10 Program Kesejahteraan Karyawan yang Wajib Diperhatikan Perusahaan

Program Kesejahteraan Karyawan

Untuk mendapatkan suatu hasil yang maksimal diperlukan usaha dan pengorbanan yang maksimal pula. No pain no gain. Bila perusahaan menginginkan kinerja karyawan sesuai yang diharapkan, maka perusahaan perlu menginterospeksi diri dalam memberikan feedback yang sesuai pula dengan harapan karyawan. Berikut 10 program kesejahteraan karyawan yang wajib diperhatikan perusahaan:

1. Asuransi kesehatan

Program kesejahteraan karyawan ini adalah hal utama yang wajib ada bila perusahaan menginginkan keberadaan seorang karyawan yang loyal dan berdedikasi tinggi. Tanpa adanya program kesejahteraan karyawan berupa jaminan kesehatan, seorang karyawan akan segera melirik perusahaan lain yang lebih menjanjikan. Jangan lupa, kesehatan karyawan Anda menjadi niali penting agar dapat terus berkontribusi dengan baik dan maksimal.

2. Dana pensiun atau tunjangan hari tua

Siapapun akan menjadi tua dan jobless. Kalau tidak ada jaminan akan kesejahteraan di masa tua nanti, karyawan akan mencari pengganti tumpuan hidupnya di sebuah perusahaan dan beralih ke perusahaan lain yang menyediakan jaminan tersebut. Jadi pastikan perusahaan Anda menerapkan program kesejahteraan karyawan yang satu ini, ya.

3. Asuransi keselamatan kerja

Ada beberapa posisi di mana seorang karyawan harus bertaruh nyawa demi melakukan pekerjaan yang beresiko. Kita sebut saja pekerja tambang. Di sana, di daerah pertambangan yang medannya sangat tidak bersahabat, kecelakaan kerja tentu dapat terjadi kapan saja, even under well supervised.

Sebenarnya hampir semua jenis pekerjaan beresiko, maka dari itu, perusahaan perlu mengkaji ulang kebijaksanaannya dengan memberikan asuransi keselamatan kerja sehingga karyawan dapat dengan ikhlas melakukan tugasnya tanpa was-was bila terjadi sesuatu terhadap dirinya.

4. Dana pendidikan

Seorang karyawan memiliki beban keluarga yang harus ia nafkahi. Bukan hanya kebutuhan primer sebatas makan, sandang dan papan saja. Kebutuhan akan pendidikan sudah menjadi kebutuhan pokok saat ini.

Memang benar, biaya sekolah banyak yang gratis terutama sekolah negeri. Namun, tidak berarti semata-mata setiap anak sekolah tidak membutuhkan biaya lain lagi. Peralatan dan segala macam atribut harus dibeli pakai uang. Belum lagi biaya ini dan itu yang tidak masuk perhitungan sebelumnya.

Apabila perusahaan bisa dengan bijak memberikan keringanan subsidi untuk keperluan satu ini, maka dapat dipastikan karyawanpun akan dengan semangat mengerjakan tanggung jawabnya tanpa mencari celah mengambil job lain di tempat lain.

(Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Dia 10 Program Kantor Menarik untuk Karyawan!)

5. Akses kepemilikan rumah

Setiap orang membutuhkan rumah dan tempat tinggal. Karyawan sebuah perusahaan diharapkan datang tepat waktu. Namun hal ini menjadi sebuah tantangan tersendiri apabila karyawan tersebut menempati rumah yang lumayan jauh dari kantor.

Perlu adanya kebijakan dari perusahaan untuk memberikan kredit atau pinjaman bebas bunga agar karyawan dapat dengan mudah mengambil rumah yang lokasinya tidak jauh dari kantor. Banyak pula perusahaan yang menerapkan program ini demi menyejahterakan karyawannya. Hal ini toh demi kesuksesan dan keberhasilan perusahaan juga kan?

Program Kesejahteraan Karyawan
Image: marketingland.com

6. Jaminan keamanan keuangan

Perusahaan dapat memberikan jasa konsultasi keuangan terhadap karyawannya dengan mendirikan koperasi bersama atau juga program profit sharing. Dimana karyawan dapat membeli atau mendapatkan saham perusahaan yang dibayar dengan hasil prestasinya yang dinilai bagus.

Hal ini mengikat karyawan tanpa paksaan karena ia dengan senang hati bekerja keras dengan asumsi bila perusahaan maju, maka assetnya disanapun akan mengalami peningkatan pula.

7. Jatah cuti

Pemerintah telah menetapkan jadwal libur nasional dan cuti bersama di setiap awal tahun. Namun ada beberapa kasus di mana karyawan membutuhkan lebih jatah liburan atau day off nya.

Hal ini seperti pada karyawan yang sakit, hamil, melahirkan, menstruation related sickness, kematian anggota keluarga dan hal-hal lain yang sifatnya accidental tanpa perencanaan.

8. Program family gathering atau outbond untuk menghilangkan stress

Jarang sebenarnya ada orang yang rela mengeluarkan uang pribadinya untuk having fun liburan dengan keluarga. Untuk itulah pihak perusahaan diharapkan jeli untuk melihat kebutuhan yang satu ini. Kebutuhan akan liburan dan family gathering bisa menjadi vital apabila beban kerja berlebih.

Karyawan yag mengalami overload kerja, kesehatan mentalnya perlu dipertanyakan. Untuk menghindari hal ini berikan jatah liburan atau family out bond setidaknya setahun sekali. Hal ini demi kualitas kerja karyawan itu sendiri untuk mencegah bosan dan penurunan produktifitas.

9. Program perencanaan karir

Siapa sih yang mau berputar di lingkaran yang sama dari tahun ke tahun? Setiap karyawan pasti memimpikan promosi naik jabatan yang artinya naik pula gaji yang ia terima. Hal yang lumrah ini masih saja terkadang menjadi perdebatan di antara pihak perusahaan dan karyawan.

Sebaiknya kedua belah pihak saling take and give, di mana karyawan bekerja sesuai dengan job desk nya, akan lebih baik bila mampu melakukan hal-hal diluar tanggung jawabnya secara positif.

Sementara pihak perusahaan pun dapat dengan bijaksana mengatur alur karir agar setiap karyawan dapat memiliki hasrat untuk selalu berbuat lebih baik lagi dari hari ke hari agar mendapat kesempatan kenaikan jabatan yang menjadi idamannya.

10. Terakhir, keseimbangan antara job desk dan kompensasi

Bila membicarakan masalah job desk, kebanyakan perusahaan menuliskan apa-apa saja secara detail yang menjadi tanggung jawab seorang karyawan. Namun terlepas dari itu semua pada kenyataannya seorang karyawan bisa saja mengerjakan hal-hal di luar tangggung jawabnya. Hal ini menyebabkan overwhelm beban kerja.

Dengan dalih loyalitas dan kredibilitas, karyawan tidak akan sanggup untuk menolak tugas yang diberikan atasannya. Berbagai macam omongan seperti “gitu aja itungan” pun mulai terdengar apabila karyawan mulai mempertanyakan tugas-tugasnya.

Belum lagi ada istilah “jangan kau tanya apa yang bisa negara berikan padamu, tapi tanyalah apa yang bisa kamu berikan pada negara”. Ok, alibi itu sangat cocok pada saat perang, namun nyatanya di era menjelang 2020-an ini tidak semudah itu! Apalagi yang kita bela ini adalah perusahaan bukanlah sekelas negara kita tercinta NKRI.

Harus ada keseimbangan antara kompensasi yang diterima dengan job desk yang makin bertambah jika perusahaan tidak mau ditinggalkan orang-orang berkualitasnya.

Terlepas apakah status karyawan tersebut kontrak atau tetap, semua orang pasti sangat merasa dihargai jerih payahnya bila mendapatkan apa yang ia harapkan. Perusahaan yang maju akan dengan cepat memiliki 10 program kesejahteraan karyawan untuk mempertahankan karyawannya demi tidak mudah menjadi kutu loncat di tempat lain.