10 Tahap Bisnis Properti Yang Banyak Melahirkan Pengusaha Sukses

Tak bisa dipungkiri bahwa bisnis Properti masuk dalam golongan bisnis kelas atas. Buktinya bisa kita lihat dari berbagai asset properti yang harganya terus meningkat. Sudah pasti siapapun yang ingin terjun ke bisnis ini membutuhkan modal yang tak sedikit. Namun itu bukan jaminan bahwa terjun ke dunia properti dengan modal besar akan mudah menuju kesuksesan. Apalagi jika pelaku tidak dibekali pengetahuan dan strategi tepat dalam menjalankan tahap bisnis properti yang baik.

Menjalankan Tahap Bisnis Properti

Bisa dibilang, bisnis properti merupakan bisnis yang kompleks. Ada banyak sekali bidang-bidang di luar properti yang turut mempengaruhi bisnis properti. Sebut saja bidang formal yang kaitannya dengan institusi pemerintahan, bidang non formal yang kaitannya dengan tukang, pemilik warung, professional dan traditional broker, pemilik toko material, tenaga pengamanan, dan lain sebagainya.

Untuk itu, sebelum Anda benar-benar terjun ke dunia properti, wajib hukumnya menyiapkan pemahaman dasar dan strategi apa yang dijalankan saat memulai bisnis nantinya. Beruntung, kali ini SewaKantorCBD akan mengulas strategi dan tahap bisnis properti yang dapat Anda terapkan dari sekarang. Mari simak ulasannya.

1. Pahami Istilah-Istilah Dalam Bidang Properti

Tahap Bisnis Properti

(Image: Pexels.com)

Jangan pernah sekali-kali Anda terjun ke dunia yang melibatkan banyak modal tanpa mengetahui isi dunia tersebut. Properti adalah bidang yang kompleks dengan modal tak sedikit, ada banyak istilah dan hal baru yang harus Anda kenal sebagai pemula. Untuk itu, Anda perlu memahami terlebih dahulu istilah-istilah properti jika memutuskan untuk terjun di dalamnya.

Tak sedikit kontrak jual beli properti berakhir mengecewakan hanya karena kesalahan dalam memahami istilah yang ada dalam dunia properti. Istilah-istilah semacam amortisasi, agunan, capitan gain dan seterusnya merupakan istilah yang wajib ada diluar kepala. Untuk amortisasi sendiri memiliki arti suatu penurunan atau pengurangan nilai aktiva tak berwujud, kemudian agunan yaitu suatu jaminan apabila fasilitas kredit tidak dapat dibayarkan pada jangka waktu tertentu. Masih banyak istilah lain yang wajib Anda ketahui terlebih dahulu demi kelancaran bisnis Anda.

2. Memahami Pasar

Tahap Bisnis Properti

(Image: Pexels.com)

Kemudian langkah berikutnya Anda perlu menentukan seperti apa pasar yang ingin dituju. Setiap pasar umumnya memiliki regulasi, karakteristik, infrastruktur dan fasilitas yang berbeda, sehingga akan terdapat perbedaan sistem dan cara bagi pasar di wilayah lainnya.

Menentukan pasar sasaran tak hanya penting untuk memastikan produk properti kita tak salah sasaran, melainkan penting untuk menentukan strategi apa yang kita gunakan nantinya. Contohnya bila pasar sasaran kita adalah orang yang baru pertama kali membeli rumah, tentu berbeda dibanding dengan mereka yang pernah membeli rumah untuk produk investasi rumah kedua, ketiga dan seterusnya.

3. Tentukan Target Rencana Bisnis

Tahap Bisnis Properti

(Image: Pexels.com)

Setelah Anda tentukan tentukan pasar sasaran, selanjutnya tentukan target rencana bisnis yang bakal Anda lakukan. Setiap investor yang sukses pasti memiliki perencanaan bisnis yang baik. Anda bisa memulai target rencana bisnis dari transaksi kecil terlebih dahulu, misalnya di tahun pertama Anda targetkan untuk mendapatkan aset hot deal senilai Rp 500 juta, kemudian tahun kedua menargetkan Rp 1 milyar, dan seterusnya.

Tentu saja ini tergantung kemampuan Anda dalam membayar cicilan. Kalau perlu, Anda bisa tuliskan target aset yang ingin dicapai selama 10 tahun misalnya 10 M. Hal ini akan membuat Anda semakin bergairah dan semangat dalam menjalankan bisnis, maka tak ada salahnya untuk menyempatkan waktu sejenak menuliskan target di kertas kecil dan meletakkannya di area yang mudah Anda lihat.

4. Menjalankan Bisnis di Rumah

Tahap Bisnis Properti

(Image: Pexels.com)

Demi mengurangi biaya pengeluaran, tak masalah jika Anda memulai bisnis properti dari rumah. Di era sekarang ini, nyatanya rumah dapat menjadi kantor yang paling menguntungkan karena terbebas oleh biaya yang besar. Terutama jika produk yang Anda jual bukan berupa barang yang tersedia di kantor, maka tak masalah bila Anda menggunakan sebagian ruang dalam rumah untuk dijadikan kantor sesaat.

Memulai dari rumah dipercaya dapat menekan jumlah biaya operasional yang cukup besar. Anda bisa alihkan kebutuhan kantor ini untuk biaya keperluan lainnya, seperti laptop, stationary, tenaga kerja, dan sebagainya. Baru setelah Anda benar-benar membutuhkan tenaga kerja yang banyak, otomatis perlu ruang kerja yang leluasa, di sinila Anda dapat memulai pencarian sewa kantor di Jakarta yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

5. Manajemen Waktu yang Baik

Tahap Bisnis Properti

(Image: Pexels.com)

Pebisnis properti diharuskan memiliki kemampuan yang baik dalam manajemen waktu. Anda harus tahu kapan waktunya Anda berhubungan dengan klien bank, mencari aset baru, mengelola aset, dan lain sebagainya. Persoalan pribadi juga harus bisa Anda pisahkan dari persoalan bisnis.

Manajemen waktu ini perlu Anda terapkan dengan baik sekalipun Anda selama ini berhasil mendapatkan beberapa transaksi dan mulai mencari aset baru lainnya.

6. Manajemen Keuangan yang Ketat

Tahap Bisnis Properti

(Image: Pexels.com)

Mendapatkan hot deal memang menjadi salah satu tolak ukur kesuksesan bisnis properti. Namun Anda jangan cepat puas dulu jika berhasil mendapatkannya, sebab banyak kasus menyebutkan pebisnis properti kehilangan hot deal tersebut dan berujung dengan kredit yang macet, hutang menumpuk, hingga aset yang lenyap karena buruknya manajemen keuangan yang diterapkan. Banyak dari kita tidak memiliki manajemen keuangan yang baik, terutama soal keuangan pribadi dan bisnis.

Jika ingin sukses dalam bidang bisnis properti, Anda wajib tahu cara mengatur semua kebutuhan sesuai dengan prioritas agar memiliki cashback maupun cashflow yang positif. Utamakan pelunasan biaya transaksi yang Anda keluarkan — baik melalui pinjaman KTA atau kartu kredit atau yang lain — baru kemudian melakukan pembayaran pada cicilan atau kebutuhan-kebutuhan Anda. Jangan tergesa – gesa menggunakan uang untuk bersenang-senang ketika masih banyak memiliki kewajiban yang harus segera diselesaikan.

7. Mengatur Modal dengan Bijaksana

Tahap Bisnis Properti

(Image: Pexels.com)

Anda mungkin akan mendapatkan cashback dari transaksi yang dilakukan, tetapi jangan senang dahulu, Anda harus mengelola cashback tersebut dengan cara yang bijaksana.

Anda bisa memanfaatkan cashback yang didapat untuk dijadikan modal lain, misalnya untuk DP transaksi keperluan lainnya atau bahkan memutar uang cashback tersebut untuk menambah asset. Hindari menggunakan uang untuk sesuatu yang tidak berkaitan dengan bisnis secara berlebihan.

8. Dahulukan Logika

Tahap Bisnis Properti

(Image: Pexels.com)

Dalam melakukan transaksi apapun, Anda sebaiknya tidak melibatkan emosi Anda. Dahulukan fungsi logika dengan memperhitungkan dengan cermat cash flownya, cicilan perbulan, cashback, dan lain-lain.

Melibatkan emosi cenderung membuat kita lupa untuk memperhitungkan soal uang, sebab rasa suka kita terhadap sesuatu menjadi lebih dominan. Jika dituruti, hal seperti ini akan berujung pada pengeluaran yang lebih besar.

9. Beri Nilai Tambah atau Keunggulan Bisnis Anda

Tahap Bisnis Properti

(Image: Pexels.com)

Anda boleh memulai bisnis properti setelah membaca tulisan ini. Namun bukan berarti Anda tidak bisa menarik pasar hanya karena belum memiliki nama pada bisnis Anda. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan strategi yang memberikan nilai tambah pada bisnis properti Anda.

Bisnis properti tidak mengenal sistem antrian. Jika Anda lebih baik, otomatis Anda akan bergerak semakin cepat maju. Anda bisa menerapkan strategi memberi nilai tambah pada produk properti yang sama. Temukan nilai tambah atau kelebihan bisnis properti Anda yang tidak dimiliki oleh lainnya.

10. Jangan Ragu untuk Memulainya

Tahap Bisnis Properti

(Image: Pexels.com)

Setelah Anda membaca semua tips dan langkah bisnis properti di atas, kini saatnya Anda memulai! Jangan menunggu sempurna tanpa memulainya. Tanpa ada percobaan, Anda tidak akan pernah tahu apakah ide dan strategi bisnis properti yang akan Anda lakukan tepat atau tidak. Jadi, jangan ragu untuk mulai bisnis properti sedari sekarang.

Tahap bisnis properti di atas tidak akan berjalan jika tidak Anda aplikasikan secara langsung. Untuk itu ketahui pangsa pasar Anda dan mulai lakukan segala sesuatunya dengan rencana dan strategi yang matang. Selamat berbisnis! (Source: finance.detik.com)