2018 Menjadi Tahun Turunnya Okupansi Perkantoran di Jakarta

Tahun ini, Jakarta memang tengah mengalami turunnya okupansi perkantoran yang cukup signifikan. Meskipun begitu, banyak kita temukan jumlah gedung perkantoran yang baru dibangun ataupun mulai beroperasi di pusat kawasan bisnis Jakarta. Hal ini merupakan sebuah ketidaksinambungan yang terjadi antara permintaan dan pemasokan yang bertambah. Perhitungan ini telah dimulai dari awal tahun kemarin. Meskipun pertengahan bulan kemarin Jakarta sempat mengalami sedikit kenaikan okupansi, namun diprediksi bisa terus stagnan ataupun turun dikarenakan jumlah kekosongan ruang perkantoran masih terus membesar hingga saat ini.

Turunnya Okupansi Perkantoran

Maka dengan begitu, tingkat penyewaan yang turun secara otomatis mempengaruhi tingkat okupansi yang turut tertekan. Terdapat juga data yang menggambarkan hingga akhir tahun ini okupansi menurun 79% dari tahun lalu yang telah mencapai 85%. Padahal, sebuah lembaga riset properti, yakni Colliers International Indonesia menyebutkan bahwa terdapat 500.000 square meter lahan perkantoran baru yang sudah siap disewa hingga akhir tahun 2018 di kawasan CBD Jakarta. Bahkan jumlah kantor baru ini akan terus bertambah sampai periode 2019-2021 nanti hingga 11,5 juta meter persegi. Sehingga dapat dikatakan bahwa turunnya tingkat hunian perkantoran saat ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah gedung dan space perkantoran di Jakarta, baik dalam kawasan CBD maupun luar CBD.

Turunnya Okpuansi Perkantoran
Gedung perkantoran di Jakarta.

(Image: Properti Data)

Sebenarnya saat ini banyak pula perusahaan yang melakukan perpindahan dari satu kantor ke kantor lain. Dengan begitu, permintaan sewa kantor masih memiliki peluang untuk bertambah dan pasar perkantoran di Jakarta dapat mengalami perbaikan. Permasalahannya, harga sewa saat ini justru ikut naik seiring dengan bertumbuhnya gedung-gedung perkantoran Grade A dengan luas dan teknologi yang mutakhir. Harga sewa tersebut cenderung naik sekitar 4% di tahun ini. Hal ini didorong oleh fokus pengembang yang harus memperhatikan harga sewa dan tidak bisa sembarangan, sehingga membuat pengembang harus menaikkan harga sewa gedung-gedung baru.

(Baca juga: Sewa Kantor di Kawasan Thamrin, Jakarta Pusat – Pilihan Harga Murah dan Menarik)

Kemudian berita menariknya, mengingat tren startup dan e-commerce semakin meningkat tahun ini, membuat permintaan ruang kantor atau co-working space bertambah. Seperti yang kita ketahui bahwa umumya perusahaan jenis startup lebih tertarik dengan konsep co-working space yang lebih intimate dan terjangkau.

Turunnya Okupansi Perkantoran
Sejumlah gedung-gedung perkantoran yang menjadi ikonik kawasan SCBD.

(Image: scbd.com)

Untuk kawasan SCBD sendiri, sepertinya issue okupansi kantor yang menurun tidak dialami pada kawasan ini. Agung R Prabowo selaku Direktur SCBD berpendapat bahwa tingkat okupansi perkantorannya masih terlihat stabil dan baik, bahkan ia mencatat sepanjang tahun lalu tingkat okupansi berada di angka 70 hingga 80 persen dan kemudian di tahun ini para perusahaan justru menargetkan pendapatan yang lebih baik. Selain itu kabarnya pula SCBD kini sedang mencari landbank untuk pengembangan kawasan Central Business District (CBD) baru.

Tahun ini memang menjadi tingkat okupansi perkantoran yang rendah bagi Jakarta. Namun di samping itu, Colliers juga mengungkapkan bahwa para pembangunan yang baru akan selesai di tahun 2021-2023 justru akan mengalami peruntungan, karena investor asing melihat bahwa pasar perkantoran di tahun tersebut akan kembali membaik dan meningkat.

(Source: kontan.co.id)