8 Alasan Tunjangan Piknik Bisa Jadi Cara Mensejahterakan Karyawan

Cara Mensejahterakan Karyawan

Ternyata piknik tak sekadar membawa benefit bagi karyawan saja, namun pihak perusahaan pun dapat mengambil advantage dari kegiatan yang katanya “cuma menghabiskan budget semata” ini. Setidaknya ada 8 alasan mengapa tunjangan piknik/outing karyawan bisa jadi cara mensejahterakan karyawan yang berujung pada peningkatan kualitas pekerja.

1. Merefresh keseimbangan otak dan tubuh

Sebenarnya tidak ada batasan tertentu kapan seseorang itu sudah waktunya mengambil jeda pada saat kerja. Ada yang merasa waktu setahun sekali cukup untuk mengambil cuti dan berlibur. Namun tidak sedikit yang lebih manja dengan mengatakan bahwa dirinya memerlukan waktu setiap 6 bulan sekali untuk piknik.

Semua sah-sah saja tergantung kapabilitas tubuh seseorang. Namun yang jelas piknik memang diperlukan setidaknya setahun sekali untuk merefresh kondisi keseimbangan otak dan tubuh. Tubuh dan otak yang telah berbulan-bulan bahkan tahunan diforsir untuk berproduksi, perlu diistirahatkan dan di-charge agar kembali full energy.

2. Adanya peluang multitalent di berbagai divisi

Kalau sebuah perusahaan sudah bijak memberikan jatah piknik terhadap karyawannya, tentulah harus diprogram schedule yang tepat. Maksudnya agar kantor tidak kosong. Dengan adanya kekosongan di beberapa posisi, maka perusahaan dapat memberi kesempatan karyawan di department yang lain untuk take over sementara di department yang tengah ditinggalkan karyawannya untuk piknik.

Hal ini memberi dampak baik bagi karyawan karena mungkin di tempat baru itulah sebenarnya kemampuan terbaiknya muncul. Bagaimana kalau terjadi sebaliknya? Karyawan yang ditugaskan untuk over handle task malah kewalahan? Iya tidak apa-apa, namanya juga sementara, toh sebentar lagi si karyawan aslinya juga akan masuk kerja lagi.

3. Testimoni yang positif

Memberikan jatah piknik gratis selain bisa jadi cara mensejahterakan karyawan, juga bisa membuat kesetiaan karyawan terhadap perusahaan semakin tebal. Apalagi di era digital ini, banyak karyawan yang tidak perlu diminta akan memberikan testimoni dan review positif terhadap perusahaan tempatnya bekerja di berbagai media platform online.

Hal ini memberikan nilai tambah bagi performa perusahaan di mata publik. Bahkan tidak mustahil akan menjadi daya pikat tersendiri untuk para qualified job seeker.

Cara Mensejahterakan Karyawan
Image: randpaul2010.com

4. Menumbuhkan rasa berani dan percaya diri

Melakukan perjalanan baik itu di dalam maupun di luar negeri intinya sama-sama membutuhkan keberanian. Semakin sering karyawan piknik, maka semakin sering pula nyalinya diuji. Hal ini tentu berdampak positif bagi keberaniannya dalam mengambil tindakan dalam bekerja. Apalagi bila karyawan tersebut berada pada posisi decision maker.

Berani mengambil resiko jauh lebih baik daripada hanya menunggu tanpa berani mengambil tindakan. Di dunia bisnis di mana persaingan begitu keras, keberanian mengambil resiko adalah andalan untuk meraih sukses.

Apalagi jika melihat kompetitor kita berani mengambil tindakan dan ternyata tindakannya tersebut berbuah manis. Sementara kita hanya melongo di tempat. Begitu kita mau menerapkan hal yang sama,  ternyata kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya.

5. Latihan mental

Dengan berpiknik, secara tidak langsung kita melatih mental untuk tetap kuat di tengah ke-excited-an kita. Bagaimana tidak, bukankah piknik membuat kita bersemangat, akan tetapi sekaligus membuat kita lebih waspada terhadap keadaan sekeliling kita. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di tempat liburan.

Iya kalau keadaan selalu under control dan well-managed, kalau tidak? Tiba-tiba kita kecopetan, ketinggalan kereta, lupa bawa baju renang, kehabisan kamar hotel, sampai lupa bawa peralatan perang wanita – make up, pembalut – dan masih banyak hal lain yang tidak terduga bisa saja terjadi.

Dengan demikian melatih kita untuk tetap survive dan tetap happy di tengah kesempitan keadaan. Itulah yang membuat mental kita semakin kuat.

(Baca Juga: Bahaya Stres Bagi Karyawan Kantoran dan Strategi Mencegahnya)

6. Menemukan hal-hal dan mungkin ‘prospek’ baru

Dengan kondisi yang itu-itu saja tentu membuat karyawan bosan dan jenuh di kantor. Akhirnya tingkat produktifitas menurun, kreatifitas melemah, daya pikir stagnasi, dan akhirnya sakit. Kesempatan liburan tentulah menjadikan momen untuk menyegarkan pikiran.

Di tempat-tempat baru tidak tertutup kemungkinan kita akan bertemu orang-orang baru pula. Dengan mood yang bagus, kitapun akan dengan mudah dan luwes berinteraksi dengan orang lain. Tidak seperti sengaja mencari prospek yang tentunya terkadang keramahtamahan kita dibumbui dengan maksud untuk closing.

Siapa tahu rejeki Anda memang tidak ke mana, selain mendapat prospek untuk perusahaan siapa tahu si dia pun menjadi jodoh hidup Anda. Tentu ini bisa jadi cara mensejahterakan karyawan yang ampuh, bukan?

7. Reborn dan reinkarnasi

Sama seperti bayi baru lahir, dengan kondisi fisik dan mental yang dalam kondisi save and sound, akan dapat melakukan pekerjaan dengan semangat 45. Bisa kalian bayangkan sendiri, negara kita merdeka karena semangat 45, nah bagaimana jadinya kalau setiap karyawan memiliki semangat sedahsyat itu dalam bekerja? Tentu yang diuntungkan adalah perusahaan juga, bukan?

Ketimbang perusahaan terlalu lama berpikir bagaimana cara mensejahterakan karyawan, lebih baik ambil tindakan-tindakan sederhana tetapi banyak manfaatnya seperti tunjangan piknik.

8. Menambah ilmu dan pengetahuan

Pergi berlibur juga adalah salah satu bentuk edukasi terhadap karyawan. Coba Anda bayangkan bila Anda dapat merasakan kuliner baru, bentuk wahana baru, melihat air terjun baru atau melihat jenis hewan baru. Wawasan Anda akan bertambah, jadi ketika ada klien yang ternyata berasal dari tempat yang pernah dikunjungi setidaknya Anda memiliki bahan pembicaraan yang membangkitkan minatnya. Bisa jadi karena hal sepele itu dia akan jadi klien tetap perusahaan Anda.

Itulah manfaat pentingnya tunjangan piknik bagi pegawai demi meroketkan suksesnya perusahaan sekaligus jadi cara mensejahterakan karyawan. Kegiatan piknik yang disangka “hanya ngabisin budget doang” malah membuahkan hasil dan membangun suatu kolerasi simbiosis mutualisme antara karyawan dan perusahaan.