Ada 8 Penyakit Yang Rajin Hinggapi Pegawai Kantoran

Bekerja di dalam atau luar ruangan, memiliki resiko tersendiri. Bila Anda adalah foto jurnalis dan pekerja lapangan, resiko yang dihadapi adalah sakit pundak dan punggung akibat terlalu sering membawa beban berat. Pegal dan nyeri, atau bahkan keseleo di kaki juga rentan terjadi akibat kurang pemanasan sebelum perjalanan jauh. Bahkan, resiko urat terjepit akibat salah memegang kamera atau benda berat juga mungkin terjadi.

Lain cerita bila Anda penulis konten, berita, editor, akuntan, dan lain-lain. Asalkan erat dengan layar gawai pintar dan laptop, resiko terbesar yang dihadapi adalah terkena radiasi, sakit punggung, sakit leher, sakit pinggang, kesemutan, perut buncit, dan bungkuk. Bahkan, penyakit tak terlihat mengintai seperti maag, insomnia, diabetes, dan jantung juga kerap terjadi bagi kalangan pekerja ini.

Penyakit Pegawai Kantoran

Tiap pekerjaan yang dipilih dan ditekuni, berarti Anda siap menanggungnya. Kantor dan perusahaan sudah paham dan sedia mengganti biaya kesehatan Anda. Ada pula yang menyediakan asuransi dari kantor. Sungguh beruntung. Namun jangan sering sakit juga ya.

Secara garis besar, inilah 8 penyakit pegawai kantoran. Baik untuk pekerja lapangan dan non lapangan, asalkan sudah berada di kantor, Anda akan menghadapi penyakit berikut.

1. Pusing

Penyakit Pegawai Kantoran
Photo by Pexels.com

Siapa yang tidak pernah pusing? Seringan-ringannya pekerjaan, atau sesantai-santainya menghadapi tekanan kerja, Anda pasti merasakannya. Ini bukan soal keluhan tuntutan banyak pekerjaan, tumpukan pekerjaan tiada habis, pasangan memilih selingkuhan, atau tanggungan cicilan namun gaji habis duluan.

Melainkan, efek paparan radiasi. Perantaranya? Tentu gawai pintar, laptop, komputer, atau perangkat beradiasi yang mengandung cahaya biru. Kerap ditemukan di notifikasi peringatan perangkat. Sayangnya, tak semua pengguna acuh akan hal ini.

Hal itu berefek pada mata sebagai sumber penglihatan. Wajar bila mata lelah, disertai sakit kepala dan pusing. Efek pusing membuat kemampuan penglihatan menurun, disertai mata memerah dan iritasi.

Solusinya, ganti penerangan dengan cahaya lebih terang. Untuk terlindung dari radiasi, gunakan pelapis monitor untuk peredam. Gunakan pula mode night shift yang kini sudah bisa dikustomisasi di perangkat. Dan, jangan terlalu sering mengecek gawai pintar supaya tidak makin pusing.

2. Pilek dan batuk

Penyakit Pegawai Kantoran
Photo by Daniel Spase on Unsplash

Penyakit satu ini bisa dibilang sebagai penyakit sejuta umat. Baik kalangan perkantoran hingga anak sekolahan pun kerap mengalami nyeri kepala atau pusing. Salah satu penyebabnya yakni berasal dari faktor udara kotor yang kita hirup. Bisa berupa polusi ataupun debu.

Udara tercemari asap kendaraan adalah penyebab utama. Batuk muncul, bahkan residu asap bersarang di paru-paru. Bila batuk terjadi sampai 2 minggu, wajib periksa ke dokter untuk menghindari TBC dan penyakit paru lainnya.

Pilek juga bisa muncul akibat hirupan debu di jalanan. Tanpa keluar rumah pun juga bisa terkena akibat perabot jarang dibersihkan. Di kantor, pilek karena sering terpapar angin pendingin ruangan dan jarang keluar ruangan.

Bagi yang suka begadang, resiko ini semakin tinggi lagi. Angin malam memang tidak baik. Apalagi pukul 11 malam adalah batas waktu tidur. Suhu udara juga makin dingin sampai pukul 3-4 pagi jika Anda melihat jam saat begadang.

Solusinya, jangan terlalu sering mengonsumsi vitamin C untuk dijadikan sebagai “dopping”. Disarankan untuk tetap makan buah dan sayur, disertai olahraga ringan.

3. Maag

Sakit maag mengganggu produktivitas Anda. Photo by rawpixel.com from Pexels

Terlalu asyik bekerja  bagi kaum muda dan milenial adalah hal yang biasa. Banyak pencapaian yang ingin diwujudkan dan target yang dicapai membuat kita terlalu memforsir badan kita. Padahal, tubuh kita belum tentu punya jam terbang tinggi bila tidak diasup makanan bergizi.

Maag disebabkan asam lambung tinggi akibat terlambat makan, stres, gugup, dan kurang cemilan bernutrisi. Tentu Anda sudah sangat mengerti betapa tidak enaknya maag itu, kan?

Sebelum menjadi kronis, biasakan makan cemilan bergizi sebelum jam makan seharusnya. Agar perut kosong Anda tidak terlalu berat mengolah makanan. Tepat waktu makan adalah kunci. Jadi, disiplinlah soal waktu.

4. Diare

Photo by Truestressmanagement.com

Gejala awal diare kadang diiringi maag. Menurut sebagian pengalaman penderita, asam lambung tinggi mengakibatkan rangsangan usus lebih cepat mengeluarkan kotoran. Tak disadari, maag dapat berubah menjadi diare atau tipus akibat salah cara konsumsi makanan dan bakeri.

Dan satu lagi, kelelahan bekerja dan begadang juga membuat daya seleksi makanan berkurang, sehingga mengakibatkan diare.

(Baca Juga: Bekerja di Gedung Kantor dapat Terkena Penyakit Sick Building Syndrome?)

5. Insomnia

Photo by rawpixel from Pexels

Tumpukan kerjaan tidak selesai akibat menunda-nunda? Atau, masalah dengan rekan kantor terbawa sampai mimpi Anda? Atau, susah tidur karena alasan yang tidak bisa dijelaskan? Itulah efek insomnia.

Insomnia sering disebut susah tidur dalam jangka waktu tertentu. Biasanya disebabkan tekanan psikologis. Namun dipicu pula konsumsi makanan kandungan tertentu, seperti keju, kopi, teh, serta makanan pedas dan asam.

Insomnia juga bisa disebabkan rasa tidak ingin ketinggalan informasi di gawai pintar. Karena digunakan tidak pada waktunya, insomnia mudah kambuh saat berada di tempat tidur. Efek radiasi cahaya biru, mampu menurunkan serotonin (zat membuat kantuk) dan membuat pikiran tetap melek.

Disarankan untuk “membuang sejauh-jauhnya” gawai pintar dari tempat tidur Anda. Bukankah lebih baik segar di pagi hari agar selalu semangat bekerja?

6. Obesitas

Photo by rawpixel.com from Pexels

Perut lebih cepat lapar bila Anda bekerja keras. Semua makanan dilahap, bahkan tak kenal waktu. Lebih parahnya, Anda tidak sudi beranjak dari kursi untuk peregangan sejenak.

Alhasil, lemak menimbun di perut, paha, leher, dan lengan. Selain mengganggu penampilan, bahaya lebih lanjut juga dapat mengintai Anda.

7. Diabetes

Yang manis-manis bikin diabetes. Photo by rawpixel on Unsplash

Obesitas selalu disandingkan dengan diabetes. Akibat pola makan tidak teratur dan gaya hidup tak sehat, membuat para penderita obesitas dekat dengan diabetes. Bahkan untuk yang dianggap sehat pun, juga bisa terkena diabetes bila ada keturunan di keluarga.

Makanan manis, gorengan, begadang, merokok, minum alkohol, dan tidak mengontrol keinginan konsumsi makanan berlebihan jadi rentetan penyebab. Sudah banyak kasus pegawai kantoran meninggal akibat diabetes.

8. Mager (malas gerak)

Photo by Vladislav Muslakov on Unsplash

Malas gerak adalah sumber di antara 7 penyakit yang disebutkan. Anda terlalu tenggelam menjelajah di ruang maya. Layar laptop dan gadget membuat diri terbuai dan lupa akan sekitar. Makanan yang enak dan hits dengan gula berlebih, juga membuat kita terlupa akan gaya hidup sehat.

Kebiasaan seperti ini akan membuat kita mudah merasa malas melakukan berbagai hal, bahkan hal kecil sekalipun. Dengan begini, badan jadi tak terbiasa bergerak dan menjadi awal mula dari datangnya penyakit. Perlu Anda ketahui juga bahwa kebiasaan malas gerak ini terinstal di otak dan pikiran kita. Maka Anda wajib pintar-pintar mengendalikan diri agar tidak malas melakukan sesuatu.

So, sudah siap dengan resiko 8 penyakit pegawai kantoran? Persiapkan segala hal dan tetap jaga kesehatan tubuh agar terhindari dari hal-hal ini.