Anda Heran Tidak Ada Angka 4 dan 13 Pada Lantai Gedung? Begini Alasannya!

Anda sering menemukan angka yang tak berurutan di lantai lift? Tak perlu khawatir, Anda bukan satu-satunya orang yang menemukan keganjalan tersebut. Hampir di tiap gedung saat ini tidak memiliki beberapa angka yang dianggap membawa sial atau sesuatu yang buruk pada lantai lift. Angka tersebut biasanya berupa lantai 4 dan 13. Masing-masing memiliki mitos dengan cerita yang berbeda. Tahukah Anda mitos tersebut? Simak ulasan fakta dibalik ketiadaannya angka 4 dan 13 ini.

Angka 4

Lantai 4 dan 13

(Image: Pinterest)

Jika Anda melihat ke tombol lantai lift, biasanya Anda akan menemukan lantai 3 yang langsung diarahkan ke lantai 3A atau bahkan langsung ke lantai 5. Tenang, hal ini bukan karena pemilik gedung lalai atau lupa menaruh angka 4, melainkan karena mitos yang ceritanya sudah menyeruak ke masyarakat saat ini. Bagi masyarakat Tionghoa, angka 4 dipercaya memiliki sifat yang tidak baik. Dalam bahasa Mandarin, pengucapan angka empat terdengar mirip dengan pengucapan kata kematian, yakni “shi”. Sebenarnya mitos ini tak hanya dipercaya bagi negara China, hampir sebagian besar masyarakat Jepang dan Korea mempercayakan angka 4 sebagai sesuatu yang negatif.

Dari faktor lain, sebagian besar masyarakat juga melihat angka 4 memiliki bentuk dengan satu kaki. Hal ini mengartikan sebuah ketidakseimbangan dan gambaran yang ringkih atau rentan. Dengan begini, kaitannya dapat berpengaruh pada jabatan sesorang yang mudah jatuh dan tidak dapat menyeimbangkan kehidupan karirnya. Inilah mengapa para pemilik gedung sangat memperhatikan hal ini dan tidak menaruh angka 4 pada lantai dalam lift.

Lantai 4 dan 13

(Image: tofugu.com)

Sebenarnya tak hanya pada angka 4 saja, semua angka yang memiliki unsur 4 seperti 24, 34, 44, 54, dan seterusnya juga tetap dihindari oleh masyarakat. Bahkan bagi kaum tertentu yang cukup ekstrem mempercayai hal ini, ada juga yang menghindari angka 22 karena jika dijumlahkan akan menghasilkan angka 4.

Di samping itu, fenomena angka 4 juga tak hanya diterapkan pada lantai gedung saja. Bisa dalam bentuk apapun. Seperti yang dianut oleh perusahaan telepon genggam ternama di dunia, yakni Nokia yang tak pernah mengeluarkan seri 4 pada keluaran handphone-nya. Contohnya, Nokia seri 1 berupa 1100, 1108, 1110, dan lain-lain. Atau seri 2 berupa 2100, 2112, 2300, dan lain-lain. Tak pernah ada angka 4 baik pada seri maupun nomor dalam seri tersebut. Sedangkan yang kita tahu, Nokia merupakan perusahaan yang berasal dari Finlandia, bukan dari China, Jepang, ataupun Korea. Hal ini semakin meyakini bahwa kepercayaan ini sangat berpengaruh pada pergerakan hidup dan diyakini hampir semua kalangan.

Angka 13

Lantai 4 dan 13

(Image: Pinterest)

Sama halnya dengan angka 13. Angka ini jauh lebih terkenal akan citra yang buruk dan dekat dengan kesialan. Bahkan kejadian-kejadian buruk yang terjadi selama ini sangat erat kaitannya dengan angka 13. Namun bedanya dengan angka 4, angka 13 lebih mengarah pada kepercayaan budaya Barat lewat beberapa versi cerita. Ada yang mengatakan bahwa awal mula mitos ini berasal dari Friday, 13th yang menganggap hari Jumat dan tanggal 13 merupakan hari yang menakutkan.

Beberapa kejadian buruk terbesar yang dialami negara Barat misalnya, yaitu pada 13 Januari 1989 di mana virus bernama Firday the 13th masuk ke dalam perangkat komputer dan menyebabkan seluruh data di kantor besar terhapus. Kemudian ada juga kejadian 13 September 1940 di mana Nazi berhasil meledakkan lima bom di Buckingham Palace, Inggris.

Kemudian dari versi lainnya, ada pula yang tetap mengaitkan kesialan 13 pada budaya Tionghoa. Angka 13 jika dibagi menjadi dua unsur yakni 1 dan 3, lalu ketika dijumlahkan menjadi 4. Hal ini semakin menguatkan kepercayaan yang dibangun selama ini bahwa angka 13 selalu menyebabkan sesuatu yang tidak baik oleh berbagai kalangan.

Angka 4 dan 13

(Image: Pinterest)

Ada pula versi lain dengan cerita yang lebih menarik. Para matematikawan dan ilmuwan yang ada di negeri Barat menganggap angka 12 adalah nomor atau jumlah yang sempurna. Maka tak heran jika kita biasa melihat hitungan hari berjalan hingga bulan ke-12 atau pukul yang menunjukkan hingga angka 12. Para ilmuwan tersebut menemukan efisiensi dalam berbagai kebutuhan perhitungan pada angka 12 sehingga menyebabkan angka 13 terlupakan dan dianggap berlawanan.

Lalu jika melihat cerita yang dikaitkan dengan sisi mistis, ternyata banyak yang menganggap angka 13 merupakan angka yang didewakan oleh para penganut ajaran sirih dan selalu menggunakan 13 di setiap ritualnya.

Angka 4 dan 13

Maka dengan banyaknya versi dan kejadian buruk yang nyata terjadi selama ini, citra buruk angka 13 semakin menyebar dan dipercaya oleh banyak kalangan. Di Indonesia sendiri banyak sekali bangunan tinggi yang tidak menyertakan angka 13 pada lantai lift.

Dari sekian banyak cerita di balik mitos angka 4 dan 13, nyatanya masih banyak mitos pada angka lain yang dipercaya dunia. Kita pun sebenarnya diberikan kebebasan untuk percaya atau tidak. Semuanya tergantung pada adat dan budaya masing-masing. Namun untuk menghindari seuatu yang buruk, memang tidak ada salahnya untuk memperhatikan hal-hal seperti ini, kan? Mari jalani hidup baik sedari sekarang!

(Source: idntimes.com)