Bahaya Stres Bagi Karyawan Kantoran dan Strategi Mencegahnya

Bahaya Stres Bagi Karyawan

Berbeda dengan beberapa tulisan sebelumnya yang cenderung informatif, pada tulisan ini, SewaKantorCBD.com mencoba memberikan ulasan yang nampaknya cukup bermanfaat bagi perusahaan. Kalimat pembukanya: “perusahaan tak boleh diam melihat situasi yang berpotensi merugikannya.”

Ceritanya diawali dari kisah Mita Diran yang bekerja sebagai copywriter di Young & Rubicam. Usianya baru 27 tahun, tetapi diwartakan meninggal dunia setelah selama 30 jam bekerja tanpa istirahat.

Ia bekerja pada industri kreatif yang memang punya tekanan tinggi, dengan sistem deadline yang ketat dan permintaan klien yang kerap kali membuat kewalahan. Demi menyelesaikan tugasnya itu, ia memompa energi secara instan dengan penambah stamina atau minimal mengkonsumsi kafein yang sebenarnya malah merusak tubuh.

Sama dengan Mita Diran, banyak pekerja mengalami masalah kesehatan akibat pekerjaan. Bukan karena kecelakaan kerja, melainkan karena bekerja berlebih hingga melebihi limit kemampuan diri. Tenggok kisah perempuan Jepang bernama Naoya, anak tunggal dari Michiyo Nishikagi. Baru lulus dari bangku kuliah dan mendapatkan perkerjaan di telekomunikasi terbesar di Jepang.

Sebagai orang tua tentu merasakan kebanggaan yang berlebih karena anaknya diterima bekerja. Kebahagiaan tersebut tidak berlangsung lama. Beberapa tahun kemudian mulai muncul gejala susah tidur, sering tidak fokus, dan mudah lupa. Ternyata setelah diselidiki Ia bekerja terlalu over tidak selayaknya pekerjaan pada umumnya. Ia harus menghabiskan untuk bekerja selama 37 jam tanpa henti.

Apa akibat yang diterimanya, Naoya harus meninggal dalam usia yang muda 27 tahun karena overdoses obat. Obat yang digunakan sebagai suplemen meningkatkan stamina tubuh.

Kondisi Naoya di Jepang tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi para pekerja. Meskipun waktu yang diigunakan tidak sebanyak Naoya, beban kerja yang berlebih akan menimbulkan dampak yang selaras.

Stres Cukup Tinggi

Dalam bekerja selalu ada harga yang harus di bayar. Harga di sini bukan dalam bentuk materi, melainkan kondisi tubuh. Tidak dipungkiri bekerja menguras banyak energi tubuh. Kerjaan yang menumpuk, dikejar waktu, ditambah berbagai kesalahan yang harus segera diperbaiki. Semua itu akan dijumpai dalam dunia kerja dan Anda pasti akan mengalaminya.

Menghadapi kenyataan kerja yang demikian tidak menutup kemungkinan Anda akan mengalami stress, jenuh, dan penurunan tingkat motivasi diri. Terlebih perkerjaan yang dihadapi itu-itu saja dengan tingkat kesulitan yang semakin meningkat. Seakan tidak selesai dikerjakan dalam jangka waktu yang lama.

Bagi perusahaan ini bukanlah sesuatu yang bisa didiamkan begitu saja. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa hampir 30 persen pekerja pernah mengalami masalah stres. Padahal pekerja adalah aset terbesar perusahaan. Untuk itu, perusahaan harus menetapkan kebijakan bagaimana menangani stres pada karyawan.

(Baca Juga: 10 Tanda Lingkungan Kerja yang Mulai Terasa Tak Sehat di Kantor)

Strategi Perusahaan

Paling penting bagaimana pihak perusahaan mampu melihat trobosan untuk mengatasi karyawan yang jenuh dan stress terhadap pekerjaannya. Terobosan ini kedepannya mampu meningkatkan pproduktivitas dan kenyamanan karyawan. Adapun trobosan atau staregi mengatasi stress karyawan terhadap pekerjaan.

1. Pemeriksaan kesehatan berkala

Langkah terobosan pertama berupa pemeriksaan kesehatan berkala. Pemeriksaan ini baik secara fisik dan psikis. Melalui pemeriksaan ini karyawan akan diketahui apakah dirinya memiliki beban yang berlebih atau menikmati pekerjaan yang sedang dilakukan.

Pemeriksaan ini dapat dilakukan minimal 2 bulan sekali. Lebih intens lebih baik karena demi kelancaran dan kelangsungan perusahaan. Karyawan yang sudah berpengalaman di kantor Anda tentu tidak menginginkan pergi atau mengalami gangguan lainnya. Untuk itulah lakukan langkah tersebut untuk antisipasi.

2. Sesekali Ajak Rekreasi

Rekreasi atau berlibur, soal yang satu ini jangan dianggap sepele. Dampak yang ditimbulkan justru besar untuk tubuh. Rekreasi akan melepas segala penat dalam tubuh akan segala rutinitas diri.

Rekreasi akan mengembalikan motivasi dan kebugaran hati. Rekreasi tidak harus mahal ke wisata berkelas, tetapi ke lokasi wisata yang berbau alam. Sebab di tempat ini akan menemukan kenyaman dan energy tersendiri. Rekreasi ini panting untuk dijadikan agenda rutin, paling tidak 6 bulan sekali.

3. Ciptakan Lingkungan Kerja yang Nyaman

Tuntutan pekerjaan yang berlebih dan berat akan bertambah super berat ketika kondisi kerja yang tidak nyaman. Dalam kaitan ini lebih mengarah pada pemilik perusahaan dan jajarannya.

Karyawan memang bekerja untuk perusahaan, tetapi memiliki hati dan tingkat emosi yang berbeda-beda. Marah kepada karyawan memang hal biasa, tetapi hindari secara berlebih dan berlarut-larut. Karena akan menambah tidak nyaman karyawan Anda.

4. Dengarkan Keluhan Karyawan

Karyawan tidak saja untuk disalahkan, tetapi butuh perhatian dari sang atasan. Wujud perhatian ini tidak soal gaji atau hal lain. Paling utama bagaimana mampu menjadi pendengar yang baik, sebagai motivasi dan memberikan solusi. Jika Anda sebagai bos mendengar kasak-kusuk terkait permasalahan karyawan terkait kantor Anda harus segara menemui dan ajak untuk bicara.

Dengarkan keluhan karyawan, jangan mudah menyimpulkan terlebih emosi karena memiliki pendapat berbeda. Mendengarkan keluhan inilah menjadikan Anda tidak saja dekat dengan karyawan, tetapi menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan berbau kekerabatan. Bukan atas dasar atas dan bawahan semata.

5. Pentingnya Relaksasi

Relaksasi manfaat yang ditimbulkan sepadan dengan rekreasi. Relaksasi ini dapat dilakukan dengan mendengarkan musik-musik relaksasi. Alunan musik yang pelan dan menggugah motivasi. Cara ini dapat dilakukan ketika jam kerja, terdengar suara alunan musik relaksasi. Sembari bekerja sembari menghilangkan stress diri.

Terobosan menghilangkan stress dalam pekerjaan di atas memberikan solusi yang cukup efektif bagi perusahaan, walaupun tetap harus disesuaikan dengan kondisi pekerja itu sendiri.