Beda Kerja di Startup dan Corporate, Anda Pilih yang Mana?

Belakangan istilah startup sedang naik daun dan banyak perusahaan-perusahaan baru bermunculan. Sejalan dengan itu, para pencari kerja juga banyak yang menargetkan bisa bekerja di startup. Alasanya sederhana, bekerja di startup dinilai menggiurkan. Dari adanya gaji tinggi, tempat kerja menyenangkan, waktu kerja fleksibel dan lain sebagainya. Tapi benarkah demikian?

Beda Kerja di Startup dan Corporate

Lantas apa bedanya dengan corporate atau perusahaan konvensional yang merupakan perusahaan mapan dan besar yang sudah lama berdiri? Tentu saja ada beberapa perbedaan kerja di startup dan corporate. Berikut diantaranya:

1. Jam kerja

Bedanya Kerja di Startup dan Corporate

(Image: Pixabay.com)

Poin paling utama antara beda kerja di startup dan corporate adalah di waktu kerja. Korporasi biasanya memiliki aturan jam kerja yang baku dan mengikat sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Lalu jika ada karyawan yang datang terlambat, biasanya perusahaan akan melakukan pemotongan uang makan atau lainnya, tergantung kesepakatan perusahaan. Barulah jika ditemukan karyawan yang datang terlambat hingga melebihi batas, perusahaan akan melakukan pemotongan uang dari gaji pokok.

Tentu saja sistem jam kerja seperti ini akan sangat cocok bagi pekerja yang menyukai keteraturan. Namun sangat tidak sesuai bagi pekerja yang menyukai kebebasan karena tidak memiliki fleksibilitas.

Pada startup, jam kerja biasanya ditetapkan lebih longgar dan tidak paten. Fokus dari perusahaan rintisan ini lebih ke goal yang wajib diraih, bukan kepada aturan jam kerja. Selama pekerjaan terselesaikan, maka berapa lama jam kerja bukanlah hal masalah. Walaupun banyak pula perusahaan startup yang memiliki jam lembur hingga larut malam karena banyaknya target yang harus dikejar.

2. Budaya Kerja

Beda Kerja di Startup dan Corporate

(Image: esan.edu)

Korporasi umumnya merupakan perusahaan yang telah matang dan sudah lama berdiri, di dalamnya terdapat birokrasi dan hirarki sebagai budaya korporat. Di setiap struktur karyawan, terdapat beberapa batasan yang berpengaruh terhadap sikap dan perilaku, misalnya batasan antara bos dan bawahan, staff dan manager, junior dan senior, dan lain-lain. Budaya sopan, hormat, dan santun menjadi sebuah kebiasaan dan keseharian dalam bekerja.

Sedangkan dalam lingkungan kerja startup memiliki budaya kerja yang jauh lebih fleksibel. Meskipun terdapat struktur jabatan, namun dalam prakteknya perbedaan-perbedaan jabatan tidak begitu mencolok. Tipisnya sekat tersebut membuat komunikasi bawahan dengan atasan menjadi jauh lebih santai. Komunikasi yang terjalin cenderung merupakan komunikasi dua arah.

Dalam lingkungan kerja startup, setiap ide dan gagasan yang dikeluarkan setiap individu sangat dihargai karena dipercaya menjadi aset yang besar dalam perusahaan.

3. Hak Karyawan Berupa Gaji, Bonus, dan Tunjangan

Beda Kerja di Startup dan Company

(Image: finansialku.com)

Perbedaan yang cukup mencolok lainnya adalah pada gaji dan tunjangan yang didapatkan setiap karyawannya. Pada perusahaan corporate memiliki aturan yang cukup jelas mengenai gaji, upah lembur, tunjangan, hingga kenaikan gaji.

Saat karyawan berhasil mencapai target, maka bonus besar akan menanti sesuai dengan perhitungan dan aturan perusahaan. Jika nantinya Anda harus lembur dan pulang malam, maka kerja keras Anda tersebut tetap akan dihargai berkat sistem uang lembur dari hitungan setiap jam.

Namun besarnya gaji yang akan diterima sangat tergantung pada lama bekerja dan jabatan. Meskipun begitu, ada pula beberapa perusahaan yang cukup ringan menaikkan gaji karyawannya meskipun sudah bertahun-tahun mengabdi.

Berbeda dengan startup, tak selamanya startup identik dengan nilai gaji yang kecil. Bahkan selama ini startup yang mendapat suntikan dana tinggi, biasanya akan memberikan nilai gaji yang tinggi terhadap karyawannya. Bahkan banyak pula yang berani menawarkan beberapa kali lipat lebih tinggi dari perusahaan sebelumnya. Cara ini dilakukan untuk bisa mendapatkan karyawan terbaik yang dapat memajukan perusahaan.

Namun kekurangannya, perusahaan startup tak banyak yang memberikan bonus. Hal ini karena startup merupakan perusahaan yang baru saja merintis dan berusaha berkembang sehingga membutuhkan banyak dana untuk bisa menuju ke arah sukses. Begitupula dengan tunjangan, masih banyak perusahaan startup yang belum dapat memberikan tunjangan seperti halnya yang diberikan oleh perusahaan korporasi.

Tentu saja bagi Anda yang memiliki kemampuan dan skill yang mumpuni, gaji tinggi bisa Anda dapatkan dalam perusahaan startup. Namun Anda tidak bisa mendapatkan bonus dan tunjangan seperti pada perusahaan startup. Padahal tunjangan memiliki peran yang sangat penting.

(Baca Juga: 10 Alasan Pentingnya Perusahaan Memberi Tunjangan untuk Karyawan)

4. Kesempatan Berkarir

Beda Kerja di Startup dan Company

(Image: Pixabay.com)

Bagi seseorang yang sudah bekerja, tentu saja memiliki keinginan memiliki kesempatan berkarir dan jenjang karir yang jelas kedepannya. Untuk itu lah pemilihan tempat kerja benar-benar diperhatikan dan menjadi sebuah pertimbangan agar dapat mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki.

Pada perusahaan startup, Anda bisa memiliki kesempatan untuk berkarir yang lebih luas dan mempelajari hal-hal baru. Hal ini karena perusahaan startup masih memiliki jumlah karyawan yang sedikit sehingga memiliki kesempatan yang luas untuk dapat berkembang lebih besar.

Sedangkan pada perusahaan corporate, perusahaan ini cukup stabil dengan aturannya masing-masing sehingga terkadang karyawan mengalami kesulitan untuk bisa mengembangkan diri menjadi lebih baik saat bekerja di perusahaan korporasi.

Hanya saja untuk kenaikan jabatan, korporasi memiliki aturan yang jelas. Baik itu terkait dengan waktu ataupun kinerja. Sementara pada startup biasanya belum memiliki aturan kenaikan jabatan. Kenaikan jabatan umumnya didasarkan pada perkembangan perusahaan.

5. Karir di Masa Depan

Beda Kerja di Startup dan Corporate

(Image: figuresuk.com)

Sebagai perusahaan yang mapan dan stabil, korporasi memang cenderung memiliki masa depan yang lebih mudah untuk diprediksikan. Bahkan saat pensiun, Anda bisa mendapatkan uang pesangon. Sehingga dapat dikatakan, bekerja di perusahaan corporate akan membuat Anda memiliki masa tua yang terjamin.

Namun tentu saja bukanlah hal yang mudah bisa mencapai posisi tertinggi seperti yang diinginkan. Sedangkan bekerja di perusahaan startup, masa depan tentang karir dan pekerjaan memang masih sulit untuk diprediksi.

Bisa saja saat ini perusahaan berjaya, namun beberapa minggu kedepan belum pasti. Hal ini karena dipengaruhi faktor ide yang kurang kreatif, salah srategi, maupun pendanaan yang sulit. Kemungkinan Anda bisa kehilangan pekerjaan bisa terjadi kapan saja. Namun jika perusahaan tersebut berkembang pesat, tentu keuntungan yang besar akan menanti Anda.

6. Tempat Kerja

Beda Kerja di Startup dan Corporate

(Image: food52.com)

Umumnya korporasi memilih gedung perkantoran mewah dengan sekat antar bagian jelas sebagai tempat bekerja. Antar atasan dengan karyawan memiliki ruang yang berbeda.

Sementara startup masih banyak yang memiliki ruang kerja tanpa sekat atau biasa kita kenal dengan istilah open space. Antar pekerja bisa bekerja di satu ruang terbuka tanpa ada perbedaan ruang antar atasan dan bawahan. Tempat kerja seperti ini lebih memunculkan sistem komunikasi yang baik dan terarah.

(Baca Juga: Mari Intip Tampilan 5 Kantor Startup yang Jadi Idaman Millennials)

Nah itulah yang menjadi ulasan beda kerja di startup dan corporate. Sekarang tinggal Anda yang menentukan, mana yang lebih sesuai dengan karakter Anda?