Bingung Pilih Kerja Full Time atau Freelance? Begini Pertimbangannya

Full Time atau Freelance

Ada dua kelompok besar pekerja di dunia ini bila dilihat dari sudut pandang keterikatan dengan tempat kerjanya. Yang satu full time dan lainnya freelance. Dua kelompok besar ini sering kali dipertentangkan. Full time menganggap diri lebih baik karena memiliki jaminan gaji tetap, sedang freelance mengagungkan diri karena bisa mengatur waktu kapan ingin bekerja.

Baik freelance ataupun full time sebenarnya seperti dua sisi mata uang. Antar keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. kelebihan full time menjadi kekurangan freelance dan begitu juga sebaliknya. Maka pada tulisan kali ini ketimbang kita membandingkan keduanya, SewaKantorCBD coba memaparkan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kelebihan dan Kekurangan Kerja Full Time

Full time vs freelance
Image: workplacegroup.com

Bekerja full time adalah bahasa populer yang digunakan untuk mewakili pekerja kantoran yang dikontrak oleh perusahaan dalam waktu tertentu berdasarkan kesepakatan yang disetujui oleh kedua belah pihak. Kerja secara full time memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:

Kelebihan Kerja Full Time

  1. Mendapatkan penghasilan tetap

Salah satu alasan utama banyak orang bekerja secara full time adalah tawaran penghasilan tetap. Dengan penghasilan yang tetap, tentu saja Anda sudah bisa mendapatkan perkiraan berapa pendapatan Anda selama satu bulan.

Dengan begini, kebanyakan pekerja full time akan merasa mampu memenuhi kebutuhan dirinya maupun keluarganya tanpa merasakan khawatir. Apalagi dengan penghasilan tetap Anda dapat mengatur mana uang untuk kebutuhan bulanan dan mana uang untuk investasi.

  1. Mendapatkan tunjangan

Satu lagi alasan kuat orang-orang lebih memilih untuk menjadi pekerja full time yakni jaminan mendapatkan tunjangan. Tunjangan sendiri memang sudah diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan sehingga perusahaan wajib memberikan tunjangan kepada para karyawan, baik itu tunjangan kesehatan, hari raya, bahkan sampai pensiun. Dan itu hanya bisa didapatkan oleh pekerja tetap alias full time.

  1. Mendapatkan fasilitas dari kantor

Karena bekerja secara full time dalam suatu perusahaan, otomatis juga memiliki hak untuk menggunakan barang-barang milik perusahaan selama hal tersebut sebagai penunjang kerjanya. Contohnya, makan siang, komputer, laptop, bahkan sampai kendaraan bermotor.

(Baca Juga: 11 Resolusi Karir 2019 yang Akan Mengubah Masa Depan Lebih Baik)

Kekurangan Kerja Full Time

  1. Mendapatkan pengawasan dari atasan

Ketika para pekerja full time mendapatkan tugas dari atasan, maka tugas tersebut harus di kerjakan sesuai dengan deadline yang telah ditentukan. Nah, karena karyawan ini bekerja di kantor, maka pengawasan terhadap kinerjanya dapat dilihat secara langsung oleh atasan. Hal tersebut dapat membuat karyawan mendapatkan tekanan yang besar di dalam dirinya.

  1. Waktu yang lebih banyak di kantor

Ketika ada kerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu dekat, otomatis karyawan harus lembur agar pekerjaan cepat selesai. Otomatis karyawan akan lebih banyak menghabiskan di kantor. Hal ini juga menjadi tekanan tersendiri bagi karyawan ditengah rasa lelah yang menghinggapi.

  1. Tekanan dipecat dari perusahaan

Pada saat seorang karyawan gagal memenuhi target perusahaan, maka dia sebenarnya sudah satu langkah menuju pintu keluar dari perusahaan. Jika karyawan tersebut sudah mendapatkan penggantinya itu tidak masalah. Namun, ketika dia sangat bergantung dengan perusahaan yang dijalaninya saat ini, hal tersebut tentunya sangat membebani pikirannya.

Kelebihan dan Kekurangan Freelance

Full Time atau Freelance
Image: Stefan Stefancik – Unsplash

Pekerja freelance adalah pekerja yang terikat secara kontrak dengan perusahaan dalam satu atau beberapa proyek saja. Ketika satu proyek itu telah selesai, hubungan antara pekerja dan perusahaan ini juga berakhir kecuali dengan perjanjian-perjanjian tertentu. Beberapa kelebihan dan kekurangan pekerja freelance ini sebagai berikut:

  1. Waktu yang lebih fleksibel

Dibandingkan dengan pekerja full time, pekerja freelance memiliki waktu yang lebih fleksibel dalam mengerjakan suatu proyek. Bisa itu dikerjakan pada pagi hari, siang hari, atau juga malam hari. Meskipun memiliki waktu yang lebih fleksibel, namun dia tetap harus menyelesaikan projek yang dikerjakan sesuai dengan target yang sudah disepakati.

  1. Penghasilan yang cukup besar

Salah satu kelebihan ketika menjadi seorang pekerja freelance adalah penghasilannya yang bahkan bisa jauh lebih besar dari penghasilan pekerja full time. Memang tarif yang dibuat oleh seorang pekerja freelance bervariasi.

Mulai dari yang “murah” sampai yang “mahal”. Hal tersebut tergantung dari skill dan pengalaman yang dimiliki. Semakin tinggi skill dan pengalamannya, maka semakin tinggi harga yang ditawarkan.

  1. Minim pengawasan

Karena pekerja freelance sangat jarang yang bekerja di kantor, maka dia pun akan lebih minim dalam pengawasan langsung dari atasan. Hal tersebut tentu saja mengurangi tekanan secara batin pada dirinya. Dengan begitu pekerja freelance dapat lebih optimal dalam menyelesaikan proyek yang sedang dibuatnya.

  1. Pengalaman yang lebih banyak

Menjadi seorang pekerja freelance juga memberikan banyak pengalaman dalam pekerjaan. Sebab dia akan lebih banyak beremu orang-orang baru dari perusahan yang berbeda-beda pula proyek yang diberikan.

Hal ini dapat memperkaya CV-mu ketika kamu mencari proyek baru di perusahaan yang baru. Selain itu, dengan memiliki bayak pengalaman, maka kamu akan semakin mudah dalam mendapatkan proyek yang kamu inginkan.

Kekurangan Pekerja Freelance

  1. Fasilitas bawa sendiri

Kekurangan yang paling dirasakan pekerja freelance adalah dia harus menggunakan fasilitas yang dia punya sendiri. Contohnya komputer atau laptop, jaringan internet, sampai kendaraan bermotor. Apabila terjadi kerusakan pada barang-barang yang kamu gunakan sebagai penunjang kerja, maka harus dia sendiri yang menanggung semuanya.

  1. Tidak ada tunjangan

Pekerja freelance tidak memiliki hak tunjangan seperti yang didapatkan pekerja full time. Sama halnya dengan poin pertama, pekerja freelance harus menanggung sendiri ketika dia terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun hal ini juga tergantung kesepakatan kedua belah pihak.

  1. Penghasilan yang tidak menentu

Meskipun penghasilan pekerja freelance bisa lebih besar dibandingkan pekerja full time. Akan tetapi, penghasilan yang didapat pekerja freelance tidak selalu tetap. Terkadang dia bisa mendapatkan pengahsilan yang banyak, namun di lain hari bisa jadi dia dapat pengahsilan yang lebih kecil. Bahkan, bisa juga dia tidak mendapatkan penghasilan sama sekali.

Itulah kelebihan dan kekurangan baik sebagai pekerja full time maupun freelance. Seperti yang sudah dipaparkan bahwa baik pekerja full time maupun pekerja freelance memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tergantung Anda sendiri lebih nyaman menjadi pekerja full time atau pekerja freelance?