Cuma di Negara Ini, Naik Transportasi Umum Gratis

Transportasi Umum Gratis

Di saat Pemerintah kita masih sibuk dengan masalah transportasi, pemerintah negara ini justru menggratiskan naik transportasi umum. Tak tanggung-tanggung, semua penduduk negara tidak dikenakan biaya untuk naik segala jenis trasportasi umum yang ada. Mulai dari kereta, bus, dan trem tarifnya bakal gratis. Adalah pemerintah Luksemburg yang menerapkan hal ini. Walaupun kebijakan ini memang baru akan berlaku pada tahun 2020 nanti, namun setidaknya program ini sudah diputuskan dan telah melalui hasil riset yang matang.

SewaKantorCBD mengutip berita ini dari The Guardian. Dalam berita tersebut disebutkan bahwa rencana ini bakal dilaksanakan pada musim panas, tepatnya musim panas mendatang. Nantinya tarif kereta api, trem, dan bus akan dicabut.

Diawali dari Masalah Transportasi

Luksemburg adalah negara kecil di Eropa yang letaknya terjepit di antara beberapa negara, salah satunya adalah Belgia. Luas negara ini hanya 2.586 kilometer persegi saja. Jika dibanding, kira-kira sekitar empat kali luas provinsi DKI Jakarta yang luasnya mencapai 661 kilometer persegi.

Tetapi masalah transportasi di Luksemburg tak jauh berbeda dari Jakarta. Bahkan banyak yang menyebut lebih parah ketimbang Jakarta. Kota beribukota di Grand Duchy ini mengalami masalah kemacetan lalu lintas yang terkenal terburuk di dunia.

Padahal penduduk di negara ini tak sampai satu juta orang, jumlahnya hanya hanya 560.000 orang pada 2018 . Bahkan kalau tranpostrasinya lancar, orang bisa keluar masuk negara ini hanya dalam waktu kurang dari satu jam saja.

Banyak penduduk Luksemburg tinggal di luar Luksemburg. Tercatat ada lebih dari 200.000 orang memilih untuk tinggal di Perancis, Belgia, dan Jerman. Mereka lebih memilih untuk keluar dari Luksemburg dan melakukan perjalanan setiap hari demi berangkat kerja. Luksemburg adalah negera dengan perekonomian bagus dengan rata-rata gaji tinggi. Tetapi harga properti di negara ini sangat mahal.

(Baca Juga: 10 Tahap Bisnis Properti yang Banyak Melahirkan Pengusaha Sukses)

Masalah juga muncul bila diukur dari tingkat kepemilikan mobil. Ada 662 mobil untuk setiap 1.000 orang. Kalau dihitung secara kasar, setidaknya setiap keluarga punya 1-2 mobil. Bahkan dibandingkan dengan negara Uni Eropa lainya, Luksemburg adalah negara dengan jumlah kendaraan bermotor terbanyak dibanding dengan jumlah penduduknya.

Luxembourg juga punya populasi komuter terbanyak di Eropa. Kota Luxembourg  City dihuni sekitar 110.000 orang, tetapi ada 400.000 orang lebih melakukan perjalanan setiap harinya ke kota tersebut untuk bekerja setiap harinya.

Banyak komuter yang tinggal di negara yang berbatasan langsung dengan Luksemburg. Alhasil, hampir setiap hari dnegan mudah ditemui kemacetan panjang di jalan menuju ibu kota.

Transportasi Umum Gratis Luxembourg
Image: mytransportgallery.1g.fi

Jadi Yang Pertama

Maka pada Rabu (5/12/2018), Perdana Menteri Luksemburg Xavier Bettel yang terpilih untuk kedua kalinya mengambil keputusan menggratiskan seluruh transportasi di Luksemburg.

Keputusan ini bahkan diambilnya sejak masa kampanye. Dalam kampanye tersebut, ia bersumpah untuk memprioritaskan masalah lingkungan di negara itu. Beberapa masalah yang ia angkat dalam kampanye terutama masalah transportasi, penambahan dua hari libur untuk umum dan legalisasi kepemilikan serta konsumsi ganja.

Sejauh ini, demi menyiapkan diri menggratiskan seluruh transportasi umum, Pemerintah Luksemburg terus menunjukkan perkembangan positif. Misalnya saja pada musim panas lalu, ada transportasi gratis untuk anak-anak dan remaja yang masih dibawah 20 tahun. Mereka bebas menggunakan segala jenis angkutan umum tanpa biaya sepersenpun mulai dari rumah hingga ke sekolah dan sebaliknya.

Lalu bagi masyarakat umum hanya perlu membayar 2 euro atau sekitar Rp 33.000 menggunakan transportasi umum antar-kota untuk perjalanan mengelilingi hampir semua wilayah negara Luksemburg.

Jika kebijakan ini terlaksana, Luksemburg akan menjadi negara pertama yang menggratiskan transportasi umum. Lantas bagaimana dengan pemerintah kita?