Mari Beri Apresiasi untuk 5 Gedung Ramah Lingkungan di Indonesia Ini!

Melihat kondisi alam yang semakin memprihatinkan, konsep ramah lingkungan untuk berbagai aspek memang penting diberlakukan saat ini. Maka tak heran pula banyak pengelola gedung yang mulai melirik dan menerapkan konsep ramah lingkungan atau biasa disebut green building di dunia, terutama pada gedung-gedung perkantoran. Di luar negeri sendiri penerapan ramah lingkungan ini sudah semakin maju dengan fasilitas-fasilitas yang memungkinkan untuk  melestarikan kondisi alam. Namun sebelum melihat kesuksesan gedung ramah lingkungan di Indonesia, tahukah Anda ukuran yang diterapkan untuk konsep ramah lingkungan? Setiap bangunan harus memberlakukan konsep hemat lahan, energi, kualitas udara dalam ruangan, material bangunan yang dapat didaur ulang, serta manajemen lingkungan yang baik sehingga proses pembangunan pun tak akan beresiko pada kerugian alam. Untuk itu berikan pula apresiasi pada Indonesia. Berkat beberapa gedung yang sudah menerapkan gedung ramah lingkungan di Indonesia, kita harpakan agar bumi tetap lestari!

1. Sequis Center

Gedung Ramah Lingkungan di Indonesia
Sequis Center meraih predikat Gold dalam sertifikasi Greenship Existing Building 1.0

(Image: Wikimedia)

Sequis Center yang berlokasi di Jalan Jend. Sudirman ini merupakan salah satu “penyelamat” di tengah pusatnya aktivitas masyarakat di daerah ini. Beberapa tahun lalu Sequis Center mendapat predikat Gold untuk sertifikasi Greenship Existing Building 1.0 dari Green Building Council Indonesia (GBCI). Sertifikasi ini diraih dari hasil penerapan FARPOINT sebagai pengelola gedung untuk mendukung ekosistem lingkungan yang berkelanjutan. Pencapaian gedung ini yaitu dapat menghemat penggunaan listrik hingga 28.12 persen dari baseline dan juga penghematan air hingga 28,26 persen. Angka tersebut bukanlah angka yang kecil untuk persentase penggunaan sumber alam pada bangunan tinggi di Jakarta. Seluruh aspek penghematan energi benar-benar diterapkan pada gedung, sehingga tak perlu dielakkan jika Sequis Center disebut sebagai salah satu bangunan ramah lingkungan di Jakarta.

Untuk informasi detail dan penyewaan, klik di sini.

2. Menara BCA

Gedung Ramah Lingkungan di Indonesia
Tahun 2012 , Menara BCA menjadi gedung pertama yang meraih sertifikat Greenship EB Platinum.

(Image: YouTube)

Di balik kemegahan Menara BCA berdesain kaca kebiruan, serta tingginya yang mencapai 230 meter ke atas, tak disangka bahwa gedung ini sangat memperhatikan penggunaan energi dan berupaya untuk melestarikan sumber daya alam. Tahun 2012 menjadi saksi dengan diraihnya sertifikat Greenship paling prestisius bertajuk Greenship EB Platinum oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). Sebelum mendapatkan sertifikasi ini, Menara BCA telah melalui proses selama lebih dari setahun untuk dinilai penerapan aspek, baik dari penghematan energi, air, sumber, siklus material, kualitas udara, dan kenyamanan ruang. Menariknya lagi, Menara BCA mendapat penilaian tertinggi pada penghematan energi selama dijalankannya gedung ini.

Untuk informasi detail dan penyewaan, klik di sini.

 

3. Pacific Place

Gedung Ramah Lingkungan di Indonesia
Paciific Place menjadi gedung pusat perbelanjaan dan kantor yang ramah lingkungan di kawasan CBD.

(Image: Qantas)

Pada tahun 2014 lalu, Pacific Place dinobatkan sebagai pusat perbelanjaan pertama yang meraih sertifikasi GREENSHIP Platinum di Indonesia. Konsep yang diusung untuk menghemat energi benar-benar terstruktur, yaitu terdiri dari konsep recycle, reschedule, readjust, dan replacing. Keempat konsep tersebut diaplikasikan ke seluruh gedung demi terciptanya kondisi alam yang baik, meskipun berada di pusat bisnis ibu kota sekalipun. Misalnya contoh untuk reschedule, pihak gedung biasanya akan mengundurkan waktu penggunaan lampu atau listrik 10 menit dalam sehari. Jika biasanya penerangan dinyalakan pada pukul 9.30, maka gedung ini memulai penerangan pada 9.40. Penghematan 10 menit energi listrik yang dipakai dalam satu hari tentunya dapat berdampak besar untuk satu bulan, apalagi satu tahun. Di samping ini masih banyak lagi penerapan yang dilakukan, seperti mengoperasikan AC dengan satu derajat lebih tinggi dar biasanya, memanfaatkan air daur ulang, dan lain-lain.

Untuk informasi detail dan penyewaan, klik di sini.

 

4. Kementerian Pekerjaan Umum

Gedung Ramah Lingkungan di Indonesia
Gedung Kemeterian Pekerjaan Umum menjadi bangunan pemerintah pertama yang memiliki sertifikat GREENSHIP.

(Image: jktproperty)

Setelah bangunan perkantoran dan pusat perbelanjaan tadi, terdapat pula bangunan pemerintah yang mengusung konsep ramah lingkungan pada penerapannya. Kementerian Pekerjaan Umum berhasil meraih predikat tersebut dengan sertifikat GREENSHIP berlevel platinum pada tahun 2013 silam. Salah satu penerapannya yang berhasil menarik perhatian adalah mampu melakukan penghematan enegi hingga 61 persen sehingga hanya perlu membayar listrik 39%. Kemudian penghematan lainnya berupa penghematan air menggunakan daur ulang air hujan, desain/rancangan gedung, hingga ke manajemen bangunan.

 

5. Sampoerna Strategic Square

Gedung Ramah Lingkungan di Indonesia
Sedangkan Sampoerna Strategic Square berhasil meraih sertifikat GREENSHIP Existing Building dengan pencapaian Gold.

(Image: realitabaru.blogspot.com)

Sampoerna Strategic Square merupakan salah satu gedung ikonik di kawasan Sudirman dengan ketinggian yang menawan dan desain bangunan mewah. Di balik kemewahannya tersebut, Sampoerna Strategic Square justru mengusung konsep peduli dan ramah lingkungan terutama saat melihat bahwa kebanyakan tenant mereka adalah multi-national company. Sehingga dengan begitu, pihak gedung juga berfokus untuk menghadirkan kenyamanan bagi para karyawan multi-national tersebut. Penerapan yang dilakukan diantaranya adalah melakukan daur ulang sumber, manajemen sampah, meningkatkan kualitas udara, hingga adanya green team dalam manajemen gedung tersebut.

Untuk informasi detail dan penyewaan, klik di sini.