Mengenal Konsep Smart Building dan Kaitannya dengan Produktivitas Karyawan

Berbagai laporan menyebutkan bahwa konsumsi energi terbesar datang dari gadung-gedung bertingkat. Dewan Sains dan Teknologi Nasional Amerika Serikat bahkan menyebutkan bahwa bangunan komersial dan residensial menghabiskan hingga sepertiga energi di dunia. Padahal konsumsi energi yang terjadi pada gedung-gedung tersebut bisa diminimalisir, salah satu jalan keluarnya adalah menerapkan konsep smart building.

Mengenal Konsep Smart Building

Apa itu smart building? Sebagian besar orang awam pasti akan bertanya hal demikian. Beberapa orang mungkin akan berfikir bahwa smart building itu sama dengan bangunan yang bisa berfikir, bangunan yang bisa ngomong atau bangunan yang bisa berjalan atau bangunan yang tahan gempa.

Apapun definisi smart building sebenarnya tidaklah terlalu penting. Yang lebih penting adalah kenyataan bahwa konsep hunian cerdas smart building mampu memangkas konsumsi energi sampai dengan 50 persen. Sehingga tidak salah bila negara maju seperti Korea Selatan dan Singapura telah lama mengaplikasikan konsep bangunan ini.

Konsep Smart Building

(Image: Pixabay.com)

Di Indonesia sendiri juga sudah ada beberapa gedung yang menerapkan konsep smart building, walau tidak sepenuhnya. Konsep smart building pada dasarnya adalah konsep bangunan yang mengoptimalkan penggunaan teknologi modern dengan tujuan untuk mengendalikan seluruh bagian bangunan secara otomatis dengan menggunakan teknologi tingkat tinggi seperti PLC (programmable logic controllers) yang dihubungkan dengan sensor.

Namun perlu diketahui bahwa untuk membuat bangunan berkonsep smart building tidaklah murah. Hal ini dikarenakan hampir seluruh kegiatan dalam bangunan smart building dilakukan secara otomatis tanpa campur tangan manusia.

Berbagai elemen yang ada di dalam bangunan seperti cahaya lampu (lighting), keamanan pada pintu-jendela (security), pendingin (AC), dan penggunaan alat komunikasi hingga peralatan audio video (sound sistem) saling terkoordinasi dan terhubung dalam satu sistem otomatisasi yang disebut smart building.

Kelebihan Bangunan Smart Building

Melalui konsep ini, pemilik bangunan bisa mengatur tampilan ruang sesuai dengan mood sehingga bisa memanjakan pemilik sekaligus juga menegaskan citra bangunan modern.

Kalau Anda pernah datang ke hotel berbintang atau yang lebih kental ada di hotel Bobobox Bandung, Anda bisa merasakan bagaimana suasana lampu yang Anda atur sedemikian rupa hanya menggunakan smartphone Android. Atau ketika Anda sewa kantor di lantai 5 misalnya, maka Anda hanya bisa naik lift menuju lantai tersebut saja.

Konsep Smart Building

(Image: Pinterest)

Tak hanya itu, pemilik bangunan smart building juga bisa menghidupkan lampu pada malam hari, membayar tagihan listrik secara otomatis, AC menyala ketika penghuni masuk kedalam rumah, pemberitahuan akan adanya makanan yang tidak layak makan, sumber daya yang tidak terpakai mati sendiri ketika penghuni keluar rumah, hingga pengawasan rumah berkala bisa dilakukan secara otomatis oleh bangunan. Tentu dengan begini, hidup jadi lebih mudah.

Lalu untuk gambaran lebih jelasnya, barangkali Anda pernah mendengar cerita rumah pendiri Facebook? Mark Zuckerberg memang dikenal menghadirkan teknologi assistant voice control yang canggih.

Keterkaitan Konsep Smart Building dengan Produktivitas Karyawan

Lantas apa untungnya menerapkan konsep smart building pada bangunan kantor? Banyak sekali. Terlebih karena konsep smart building tetap bisa diintegrasikan dengan bangunan kantor modern yang punya konsep terbuka atau kantor konvensional dengan konsep partisi atau bilik-bilik. Manfaatnya bahkan bisa berkaitan dengan tingkat produktivitas karyawan.

Di era millenia sekarang ini, karyawan sudah tidak bisa disamakan dengan pekerja. Karyawan harus dijaga mood bekerjanya bila perusahaan ingin mendapatkan loyalitas dari karyawan.

Perusahaan teknologi modern sepertinya sudah paham betul akan hal ini. Bahkan hingga perusahaan sekelas Apple pun menginvestasikan uang senilai 5 triliun dolar AS demi membangun kantor yang mampu menampung 14 ribu karyawan di Cupertino, California, AS. Tak lupa, desainnya dibuat semenarik mungkin dengan mengikuti konsep dinamis, yakni berbentuk lingkaran besar dan bolong di tengah.

Konsep Smart Building

(Image: Uladzik Kryhin)

Teknologi smart building juga diterapkan perusahaan Apple yang akan menggunakan tenaga surya sebagai pembangkitnya dengan setting bekerja secara otomatis. Konsep semacam ini tidak hanya membangun citra perusahaan, tetapi juga menawarkan experience pada karyawan. Dengan begini karyawan akan semakin mengagumi kantor mereka dan tingkat produktivitas pun bakal naik.

Laporan yang diberikan olah JLL (Jones Lang LaSalle) yang merupakan salah satu perusahaan real estate terkemuka menyebutkan bahwa konsep smart building nyatanya bisa menjadi daya tarik baru bagi sebuah perusahaan dalam merekrut karyawan. Tentu ini sangat erat kaitannya dengan citra dan keinginan seseorang untuk bekerja di perusahaan tersebut. Nyatanya kebanyakan pekerja lebih memilih bekerja pada bangunan yang memiliki teknologi dan konektivitas yang menawarkan pengalaman hebat bagi karyawannya, ketimbang bekerja pada perusahaan konvensional.

Bahkan Matt Clifford selaku Head of Energy and Sustainability Services JLL Asia Utara menekankan perusahaan untuk mengakui pengalaman karyawan dalam menggunakan teknologi sebagai bagian untuk menciptakan kenyamanan, responsif, dan menghadirkan perbedaan produktivitas karyawan.

Selain itu, penggunaan teknologi dalam kantor juga akan dapat memberi umpan balik secara langsung. Nantinya bisa menghilangkan gesekan antar karyawan.

Menerapkan Konsep Smart Building

Konsep smart building memang sangat menggiurkan. Melalui konsep ini bakal tercipta sistem operasional yang hemat energi, berkelanjutan dan rendah biaya.

Terbukti dari sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa gedung dengan sedikit konsep smart building saja bisa menghemat 17 persen energi. Bahkan bisa meningkatkan harga sewanya sampai dengan 8 persen hingga 35 persen dan meningkatkan occupancy rate hingga 9 persen sampai dengan 18 persen.

Konsep Smart Building

(Image: futureofwork.jll)

Sayangnya untuk mengaplikasikan konsep ini tidaklah mudah mengingat besarnya biaya yang diperlukan. Terlebih bila Anda ingin menggunakan konsep smart building, Anda harus memastikan sarana dan prasarana penunjang telah siap Anda gunakan. Beberapa yang wajib misalnya dukungan akses internet yang stabil dan cepat, dukungan vendor-vendor ahli serta dukungan jaringan komunikasi yang handal. Jika semua itu tidak ada, rasanya cukup sulit untuk mengaplikasikan smart building secara optimal.