Nostalgia Melihat Peralatan Kantor Jaman Dulu, Ini yang Eksis di Zamannya!

Segala sesuatu pasti berubah. Yang dahulu dianggap baik, canggih dan sempurna, kini ada yang lebih dari yang sebelumnya. Tentu sebagai manusia yang bijak, kita harus bisa menerima yang baru yang jauh lebih bermanfaat, tetapi kita tetap tak boleh melupakan apa yang pernah ada sebagai dari bahan pembelajaran. Termasuk juga pada peralatan kantor, ternyata ada beberapa peralatan kantor jaman dahulu yang begitu eksis di jamannya.

1. Mesin Ketik

Peralatan Kantor Jaman Dulu
Kerja pakai mesin ketik a la zaman dahulu. Nostalgis kan? Photo by rawpixel on Unsplash.

Tik, tak, tik, tak, sreeet, tik, tak, tik, tak.

Begitulah kira-kira bunyi “berisik” mesin ketik pada era 80-90-an. Mesin ketik laku keras di zamannya, apa lagi untuk buruh tinta dan sekretaris yang sibuk bekerja. Di era tersebut, juga masa giat-giatnya para sastrawan menelurkan karya.

Mesin ketik dianggap kebutuhan wajib setiap kantor. Meski harganya tidak begitu terjangkau dan cenderung eksklusif, namun bagi sebagian orang sangat membantu dalam menulis surat, puisi, maupun skripsi.

Bahkan untuk di kantor pemerintahan saja, mesin ketik masih bisa ditemui. Tidak disangka, ternyata keamanannya jauh lebih canggih dibanding komputer bermonitor besar maupun PC karena tidak bisa diretas dan terkena virus.

Keberadaan mesin ketik begitu membekas bagi yag pernah mengalaminya. Walau tidak mobile dan berisik, ada perjuangan keringat dan pikiran dibalik arus informasi saat itu.

2. Mesin Faks

Peralatan Kantor Jaman Dulu
Mesin faks tahun berapa ini?? Photo by stevepb/Pixabay.com

Setingkat lebih canggih dari mesin ketik, mesin faks hadir untuk mengirim pesan dari dan ke jarak jauh. Mesin yang populer pada era 70-90-an ini mempermudah proses komunikasi antar kantor, pun juga antar individu.

Faktanya, mesin faks masih dipakai di beberapa negara. Salah satunya, Amerika Serikat. Dalam hal pengiriman dokumen kontrak, negara tersebut menganggap pengiriman dokumen yang dipindai (scan) dan dikirim dalam format PDF dianggap tidak sah. Akibatnya, pengiriman melalui faks adalah metode yang valid.

Hal ini dapat dimaklumi, dalam dokumen kontrak yang dipindai, dipastikan ada saja tindakan manipulasi yang tidak dibayangkan. Bahkan untuk tanda tangan, bisa di-copy paste di dokumen yang akan dipindai. Beda halnya bila dikirim dengan mesin faks, bukan?

Mungkin untuk beberapa kantor korporat masih ada yang menggunakan mesin faks ini. Coba cek ruang kantor Anda, siapa tahu ada.

(Baca Juga: 15 Peralatan Kantor Unik Yang Bisa Tingkatkan Mood Bekerja Anda)

3. Kertas Karbon

Peralatan Kantor Jaman Dulu
Kertas putih dan kertas karbon. Photo by TopTenz.net on Pinterest.

Kertas karbon pernah sangat berjaya di zamannya. Semua kalangan menggunakan kertas karbon dalam hal copy-paste objek yang sulit digambar. Bahkan, tak sedikit oknum yang menggunakan benda ini untuk memanipulasi tanda tangan kala itu.

Kertas karbon yang eksis pada tahun 1990-an memang digunakan untuk membuat beberapa salinan. Caranya? Dengan menempatkan kertas karbon di atas tulisan atau objek yang ingin disalin. Setelah membuat pola, kertas karbon dipindahkan ke kertas lain dengan mengikuti pola yang sudah dibuat.

Cara ini cukup tricky, karena bila tertekan oleh tangan, dapat menimbulkan noda hitam yang agak susah dihapus. Pastikan Anda rapi dalam membuat salinan dengan kertas karbon ya!

Seiring perkembangan teknologi, penggunaan kertas karbon makin berkurang. Saat ini saja, Anda bisa mengirim surat elektronik (e-mail) dengan jumlah pengirim banyak dengan fitur CC atau carbon copy. Inspirasinya? Tentu saja dari kertas karbon.

4. Disket

Peralatan Kantor Jaman Dulu
Dari disket turun ke flashdisk. Photo by succo/Pixabay.com

Jauh sebelum kehadiran flashdisk, memory card, mini SD card, dan card-card lainnya, disket pernah menjadi garda terdepan inovasi soal ruang penyimpanan.

Dikenal sebagai floppy disk atau cakram flopi, disket menjadi medium ruang penyimpanan yang dilengkapi magnet tipis yang fleksibel. Disket berbentuk persegi, dibentuk dalam ukuran pipih, kecil, ringan, dan berwarna-warni agar bisa masuk dengan lancar ke CPU atau prosesor.

Ketika disket sudah masuk ke CPU, maka Anda bisa menyimpan data, bahkan menyalin data dari komputer atau PC Anda. Tentunya, Anda bisa membaca kembali data yang pernah disimpan di disket.

Namun, daya tahan disket tidaklah seperti flashdisk zaman sekarang. Disket pun wajib dirawat dengan diletakkan di tempat teduh, kering, dan tidak bersentuhan dengan alat elektronik bermagnetik lain demi mempertahankan data yang disimpan.

5. PDA

Peralatan Kantor Jaman Dulu
PDA bersistem operasi Linux. Photo by OpenClipart-Vectors/Pixabay.com

PDA atau personal digital assistant merupakan cikal-bakal smartphone atau gawai pintar yang Anda gunakan sekarang. Pasalnya, PDA merupakan perangkat digital pertama yang mampu menunjukkan cara kerja e-mail terkirim dan masuk alias membaca e-mail.

Bahkan, pengguna bisa merekam video, mencatat memo, mengakses internet (saat itu masih mode WAP), menggunakan fitur kontak, mengakses GPS, mendengarkan radio yang semua hanya dalam sekali sentuh.

Ya, fitur PDA yang paling mengesankan adalah fasilitas layar sentuh. Tak jauh beda dengan gawai pintar kini, kan?

6. Komputer bermonitor besar

Peralatan Kantor Jaman Dulu
Komputer bermonitor sebesar ini, muat berapa meja? Photo by andreas160578/Pixabay.com.

Pada era 90-an, komputer bermonitor besar tampak menjadi suatu teknologi mainstream di setiap kantor. Komputer model ini juga merupakan cikal-bakal PC (personal computer) dengan layar tipis dan laptop yang ringan dibawa kemana-mana.

Berprosesor DOS dengan gambar Windows kaku mirip jendela terbang, komputer ini setia menemani hingga tahun 2008-an. Di kantor-kantor tertentu, komputer ini bisa dikatakan paling tahan lama sebelum menyambut teknologi-teknologi perangkat baru.

Komputer bermonitor besar yang disertai CPU dan lubang disket ini juga bisa disisipkan sistem operasi di bawah Windows Vista dan 7. Karena ukuran besar dan memakan ruangan, kini komputer tersebut hanya tinggal kenangan.

Itulah 6 peralatan kantor zaman dulu yang pernah berjaya di zamannya. Bagi kaum millennial atau generasi Z, tenang saja, Anda bisa mengaksesnya sambil bernostalgia dengan keluarga Anda.

Sedangkan bagi pekerja kaum baby boomers, selamat bernostalgia kenangan di tempat kerja, ya!