Para Taipan Penguasa 7 Gedung Perkantoran Top di Jakarta

Penguasa Gedung di Jakarta

Sebagai ibukota dengan tingkat perekonomian terbesar ke-10 di dunia, Jakarta masih menjadi pilihan banyak perusahaan dan investor dalam membangun bisnis di Indonesia. Pembangunan gedung perkantoran di Jakarta sebagai tempat di mana bisnis dijalankan juga terus mengalami peningkatan.

Hasilnya sampai dengan saat ini beberapa gedung menyandang predikat sebagai gedung top di Jakarta. Mereka adalah yang menempati lokasi strategis, ramai penyewa dan dilengkapi dengan hal-hal lain yang menunjang bisnis. Pertanyaanya: siapa pemilik gedung tersebut? Kali ini kita akan coba berkenalan dengan para taipan penguasa gedung di Jakarta.

1. Sudono Salim Penguasa Wisma BNI 46

Penguasa Gedung Perkantoran
Image: richestcelebrities.org

Sudono Salim bekerjasama dengan Lyman dan Dana Pensiun BNI untuk berkolaborasi dan membentuk perusahaan PT Swadharma Primautama. Perusahaan ini menjadi cikal-bakal pembangunan Gedung Wisma BNI 46 yang selesai dibangun pada 1996.

Gedung yang dikenal “The Fountain Pen” ini menjulang tinggi hingga 250 meter dan berlantai 48 di kawasan BNI City yang terintegrasi dengan Shangri-La Hotel, Shangri-La Residence, dan Casa Domaine. Wisma BNI 46 menjadi ikonik Skyline di Jakarta.

2. Tan Kian Penguasa The Plaza

Penguasa Gedung
Image: YouTube Hot Spot Nusantara

Konglomerat properti eksklusif, Tan Kian yang rasanya tidak mungkin tidak dikenal oleh para penggiat  dunia properti. Tan Kian dikenal sebagai pemilik Dua Mutiara Grup dan pusat segitiga emas Thamrin-Kuningan-Gatot Subroto berupa Pacific Place, JW Marriot, Hotel Ritz Carlton, dan kawasan sentra bisnis (CBD) Sudirman-Kuningan. Salah satu pembangunannya yaitu gedung The Plaza (The Plaza Office Tower)  di Thamrin Jakarta Pusat.

Gedung ini dekat Bundaran HI, dengan tinggi sekitar 225 meter, berlantai 49, dan dibangun berkonsep mixed used yang berpadu dengan Plaza Indonesia, Hotel Keraton at The Plaza dan Grand Hyatt Jakarta.

3. The Ning King Pemilik The Tower

Penguasa Gedung di Jakarta
Image: Housing – Estate

The Ning King adalah konglomerat pemilik PT Alam Sutera Realty Tbk, perusahaan pengembangan properti sejak tahun 1993. Kepemilikan saham perusahaan dikuasai keluarga The Ning King sebanyak 43,89 persen. Saham yang dimiliki melalui penyertaan saham PT Tangerang Fajar Industrial Estate dan PT Manunggal Prime Development, dan saham 56,11 persen dimiliki publik. Ia menjadi penguasa The Tower yang berlokasi di Gatot Subroto, Jakarta.

The Tower adalah proyek gedung perkantoran yang dibangun pada tahun 2013 dan rampung pada 2016. Gedung ini berlantai 50 dengan tinggi 211 meter dengan konsep pembangunan Green Building, yaitu dengan menggunakan kaca rendah emisi dan menerapkan sistem daur ulang air hujan untuk flushing system.

4. Arifin Panigoro Penguasa The Energy

Penguasa Gedung di Jakarta
Image: Okezone.com

Dennis Rex Gibb dan Janice Ruth Gibb adalah pemilik Jaden Holdings Limited dan Jaden Investment Inc. Dua perusahaan yang dipegang mereka juga memiliki anak perusahaan lain, yaitu PT Api Metra Graha. Api Metra Graha merupakan pemilik gedung perkantoran The Energy di sentra bisnis Sudirman (SCBD), Jakarta.

Tahun 2015, PT Medco Energi Internasional Tbk membeli 51 persen saham perusahaan tersebut berdasarkan perjanjian jual beli senilai US$ 166,84 juta atau sekitar Rp 2,25 triliun (kurs Rp. 13.663 tahun 2015).

Gedung The Energy berlantai 43 dengan tinggi 217 meter, dan disebut Graha Energi, Medco Tower, atau Graha Niaga Tower II. Konsep gedung bersifat intelligent workspace yang menyertakan teknologi canggih dalam ruangan dan efisiensi pada desain sistem elevator.

5. Ciputra Penguasa DBS Tower

Penguasa Gedung di Indonesia
Image: Segelas Info

Begawan properti nasional, Ir. Ciputra atau Tjie Tjin Hoan adalah insinyur dan pengusaha properti yang lahir di Parigi, Sulawesi Tengah pada 24 Agustus 1931. Bisnis propertinya dimulai sejak semester empat di Institut Teknologi Bandung bersama Budi Brasali dan Ismail Sofyan, spesialisasi usaha konsultan arsitektur bangunan.

Berpengalaman di bidang usaha properti, beliau mendirikan perusahaan keluarga Ciputra Group dengan berbagai portofolio properti. Seperti klik dengan dunia properti, tiap usahanya maju pesat dari waktu ke waktu, salah satunya adalah saat memutuskan membangun DBS Tower Jakarta.

DBS Tower berlantai 33 lantai dan merupakan bagian dari superblok Ciputra yang terintegrasi dengan Lotte Shopping Avenue, Myhome Apartments, Ascott Serviced Apartments, dan Raffles Hotel. DBS Tower didesain dengan green building guidelines.

6. Sahid, Nio Yantony, dan Tan Kian Penguasa Sahid Sudirman Center

Penguasa Gedung di Jakarta
Image: apartmentonestopliving.blogspot.com

Sukamdani Sahid Gitosarjono (pebisnis hotel), Yantony Nio (pengembang properti kelas menengah atas), dan Tan Kian (pemilik properti mewah di sentra bisnis Sudirman) menjalin aliansi strategis untuk membangun perkantoran Sahid Sudirman Center.

Sahid Sudirman Center merupakan gedung perkantoran dengan tinggi mencapai 258 meter dan 59 lantai. Gedung perkantoran difungsikan hingga 54 lantai dan sisanya merupakan fasilitas parkir dan area servis. Gedung ini sudah beroperasi pasca diresmikan pada tahun 2015.

7. Mochtar Riady Penguasa Lippo Kuningan

Penguasa Gedung di Jakarta
Images: atimes.com

Mochtar Riady adalah pengusaha di bidang perbankan dan properti. Beberapa perusahaan yang didirikan adalah BCA, CIMB Niaga, Panin Bank dan Lippo Group. Perusahaan Lippo Group dikenal perusahaan properti dengan berbagai portofolio, salah satunya Gedung Lippo Kuningan di Rasuna Said, Jakarta.

Lippo Kuningan adalah menara perkantoran berlantai 28 dan berlokasi strategis dengan Setiabudi One, Epicentrum Walk Rasuna, dan Mal Ambassador. Walau bukan gedung yang menjulang begitu tinggi, nyatanya gedung perkantoran ini begitu ramai penyewa.

Itulah para taipan penguasa gedung di Jakarta yang rata-rata hampir dijadikan gedung perkantoran.  Faktanya, memang masih ada ratusan gedung perkantoran yang bertebaran di kawasan ibukota dengan pemilik konglomeratnya. Rata-rata para taipan juga memiliki gedung perkantoran lebih dari satu. Entah kalau dibayangkan, kira-kira harta mereka bakal habis sampai kapan, ya?