Penelitian Membuktikan Coworking Space Tak Lagi Efektif di 2019

Coworking Space Tak Lagi Aktif

Sepajang tahun 2018 beberapa penelitian menyebutkan bahwa coworking space membantu mengurangi ketersediaan ruang perkantoran yang okupansinya terus mengalami penurunan. Selain mampu menghemat uang perusahaan, coworking space juga dinilai mampu menghidupkan interaksi yang lebih terbuka dibanding model kantor konvensional. Tetapi ternyata coworking space tak lagi efektif di tahun 2019. Mengapa?

Adalah penelitian terbaru yang sewakantorcbd.com lansir dari Entrepreneur.com (9/1/2019) yang menyebutkan bahwa harapan untuk menciptakan interaksi tatap muda yang lebih intens pada model kantor terbuka, nyatanya tak terwujud.

Yang terjadi justru sebaliknya, coworking space malah menghasilkan 73 persen interaksi tatap muka yang lebih sedikit. Peningkatan justru terjadi pada interaksi melalui email sebesar 67 persen.

Selain itu, keberadaan coworking space yang cenderung berisik menyebabkan banyak karyawan lebih memilih banyak menggunakan headphone saat bekerja. Mereka kemudian juga terpaksa mengirimkan pertanyaan atau berdiskusi kepada kolega melalui email.

Coworking Space Tak Lagi Aktif
Image: officetotravel.com

Kurangnya Privasi Jadi Persoalan Utama

Salah satu kelemahan terbesar coworking space adalah kurangnya privasi antar pekerja, dan inilah yang akan menyebabkan bekerja di coworking space tidak lagi efektif di tahun 2019.

Pada dasarnya keinginan tiap individu adalah menjaga privasinya. Privasi yang terjaga akan membuat peningkatan produktivitas. Semakin buruk perlindungan privasi, semakin sulit pula untuk mendapatkan produktivitas. Akhirnya para karyawan berusaha mencari alternatif lain.

Berinteraksi melalui email menjadi salah satu caranya. Cara ini dianggap lebih bisa menjaga privasi. Itulah mengapa akhirnya yang terjadi bukan interaksi yang lebih baik antar pekerja, melainkan justru peningkatan komunikasi melalui email.

Sebagaimana yang dikatakan oleh profesor Harvard Ethan S. Bernstein dan Stephen Turban dalam studi mereka, “Daripada berinteraksi melalui tatap muka di depan banyak teman atau orang lain, para karyawan mungkin melihat-lihat orang tertentu ada di mejanya atau tidak, kemudian memutuskan untuk mengirim email.” Penjelasan ini mereka tulis dalam jurnal Philosophical Transactions of Royal Society B. Yang terbit bulan Juli dengan judul “The impact of the ‘open’ workspace on human collaboration”.

Penelitian yang lebih mendalam diungkap oleh Dorota, Zhao Dong, dan Eileen McNeely yang juga berasal dari Harvard. Mereka memfokuskan penelitian pada 456 karyawan di 20 lokasi kantor regional perusahaan arsitektur di AS. Kebanyakan karyawan yang diteliti menyebut bahwa mereka tidak suka bekerja di tempat seperti itu (baca: kantor terbuka).

Berikutnya juga ada penelitain yang terbit pada bulan November di jurnal Frontiers in Psychology. Disebutkan bahwa bekerja di kantor terbuka hanya akan menyebbakan pembatasan pengalaman privasi sekaligus meningkatkan persepsi intrusi di antara karyawan.

Lebih lanjut lagi penelitian itu menyebut pula bila persepsi karyawan tentang kurangnya privasi ditambah dengan tingkat kepadatan kantor yang tinggi bisa berdampak negatif terhadap keterlibatan kerja, kepuasan kerja, dan hubungan kerja internal.

(Baca Juga: Tips Mendirikan Usaha Coworking Space Budget Terbatas tapi Ramai Penyewa)

Kelemahan Kantor Terbuka

Dari berbagai penelitian yang selama ini dipublikasikan, setidaknya terungkap beberapa alasan mengapa coworking space tak lagi efektif di tahun 2019. Pertama; sulit berkonsentrasi. Pengguna coworking space umumnya memiliki karakteristik, kebiasaan dan budaya yang beragam. Ada beberapa pekerja yang terbiasa bekerja dengan ngopi, merokok, memutar musik dan kebiasaan sepele lainya. Tetapi bagi sebagian pekerja yang tidak terbiasa malah akan menyebabkan mereka sulit berkonsentrasi.

Kedua; Kurangnya privasi. Ini adalah hal yang identik dengan coworking space. Namanya ruang kantor terbuka di mana meja-meja yang ditata saling berdekatan dan privasi bukanlah prioritas utama. Terakhir, jika Anda bekerja pada salah satu coworking space di Jakarta, maka mau tidak mau lokasinya pasti berada di pusat kemacetan.