Pentingnya Cahaya Alami Ruang Kantor untuk Tingkatkan Produktivitas Pekerja

Pentingnya Cahaya Alami Ruang Kantor

Cahaya matahari, sinarnya begitu menyegarkan tubuh manusia. Dengan kandungan vitamin D alami, cahaya matahari bagus dan bermanfaat bagi pertumbuhan tulang. Cahaya matahari juga memberikan dampak psikologis “positive vibes”  karena memacu produktivitas seseorang.

Cahaya yang berguna bagi tubuh, berlaku hanya dari jam 7 – 9 pagi saja, selebihnya akan membuat kulit beresiko terkena kanker. Sayangnya, pekerja yang hampir setengah hari berada dalam gedung kantor, tidak semua mendapat cahaya matahari yang layak dan cukup.

Pentingnya Sinar Matahari Bagi Pekerja

Pentingnya Sinar Matahari

(Image: Unsplash)

Banyak pengelola gedung berangggapan bahwa distribusi penerangan ruang kantor dianggap sudah cukup memenuhi kriteria. Dengan beberapa lampu neon hemat energi berdaya besar, persebaran cahaya di ruangan sudah bisa menerangi dan membantu penglihatan pekerja.

Anggapan tersebut tidaklah sepenuhnya benar, bahkan belum tentu ideal. Berdasarkan survei Future Workplace berjudul “The Employee Experience”, pekerja mendambakan sesuatu yang mendasar dan penting, salah satunya cahaya alami dalam ruangan dan akses pemandangan ke luar ruangan.

Dari survei 1.614 pegawai di Amerika Utara, lebih dari sepertiganya mengaku tidak mendapat akses cahaya matahari di ruang kerja. Sedangkan 47 persen lainnya merasa lelah dan suram berada di ruang kerja tanpa cahaya alami atau jendela.

(Baca Juga: Mari Intip 10 Tampilan Fasad Gedung dengan Desain Menarik di Dunia)

Survei tersebut didukung pula oleh penelitian dari eMarketer Mobile Research, melaporkan bahwa orang dewasa di Amerika berusia 18 tahun lebih menghabiskan waktu di depan layar sekitar 4 jam per hari.

Mengacu kembali ke survei The Employee Experience, sebanyak 73 persen pekerja setuju bahwa semakin lama menghabiskan waktu dengan perangkat seluler, semakin banyak pula keinginan istirahat dengan berjalan atau memandang ke jendela.

Hal tersebut diakibatkan kelelahan mata, sakit kepala, kantuk, stres atau rasa bosan. Dengan terpapar cahaya alami, akan berdampak mengurangi stres, bertambah produktif, dan meningkatkan kepuasan dalam bekerja.

Dapat disimpulkan bahwa cahaya alami mampu meningkatkan kesejahteraan para pekerja secara signifikan, baik itu kesejahteraan secara fisik maupun psikis. Hal ini sesuai yang disampaikan dalam penelitian Alan Hedge dari Cornell University.

Cara Memenuhi Kebutuhan Sinar Alami Pekerja

Pentingnya Sinar Matahari di Kantor

(Image: officesnapshots.com)

Tentu ada banyak cara yang bisa pekerja lakukan demi mendapatkan sinar alami dari matahari pagi. Bisa dengan keluar sebentar dari ruang kerja atau dengan cara lain. Lagipula, tubuh hanya butuh beberapa menit saja untuk memenuhi kebutuhan sinar alami.

Masalahnya, kalau kembali ke ruang kerja dan tidak ada celah untuk sinar alami masuk ke ruang kerja, tentu akan menyebabkan mudahnya timbul rasa stress. Untuk itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sinar alami.

1. Manfaatkan jendela ruangan

Ruangan ideal adalah yang memiliki jendela. Jendela berfungsi sebagai jalan masuk cahaya matahari dan sirkulasi udara.

Untuk pencahayaan, sebaiknya atur posisi meja dan kursi agar mendapat paparan cahaya matahari. Cahaya matahari dimaksimalkan guna sebagai pengganti lampu ruangan. Sehingga Anda bisa lebih hemat listrik.

Sedangkan untuk mendapat sirkulasi udara yang pas, Anda bisa membuat lubang ventilasi di atas jendela, atau membuka pintu jendela dengan tambahan kawat nyamuk. Sehingga tidak terlalu banyak terpapar debu dan polusi.

Jika Anda berada di gedung tinggi, tetap manfaatkan jendela untuk mendapat cahaya alami. Sementara untuk udara, maksimalkan penggunaan pendingin ruangan. Kemudian sering-seringlah ke luar ruangan agar  mendapat udara alami.

2. Maksimalkan cahaya matahari yang masuk

Jam kerja ideal bagi para pekerja adalah pukul 8 – 5 sore. Walau ada juga yang baru mulai pukul 9 pagi. Jam tersebut adalah waktu maksimal cahaya matahari dan pas untuk mendapatkan vitamin D.

Setelah memposisikan dan mengatur ulang meja kerja dan kursi, tata rapi agar produktivitas kerja tetap terjaga. Jangan sampai Anda kepanasan karena terlalu mendapat cahaya matahari langsung.

Pentingnya Sinar Matahari di Kantor

(Image: Unsplash)

3. Pencahayaan tidak langsung justru mengatur stabilitas ritme kerja

Mengacu poin sebelumnya, jika Anda merasa kepanasan dan gerah, berarti cahaya masuk langsung mengenai bagian tubuh Anda. Bila Anda bekerja berhubungan dengan perangkat digital seperti laptop atau gawai pintar, bisa berdampak pada kelelahan mata dan perangkat panas.

Meja dan kursi kerja yang diatur tentu perlu memperhatikan keseimbangan untuk stabilitas ritme kerja. Hal tersebut justru berdampak pada kesehatan pekerja, bahkan produktivitas.

Atur posisi meja dan kursi sedikit jauh dari jendela. Kalau Anda tetap menginginkan cahaya matahari langsung, berikan filter berupa gorden warna transparan. Selain itu, cat dinding dengan warna hangat agar memberi kesan pantulan cahaya tidak langsung.

Dengan demikian, persebaran cahaya tidak berada di satu titik dan langsung mengarah ke mata. Sehingga, Anda tidak merasa silau dan lelah mata.

4. Jika ruang kantor terlalu besar, gunakan lampu LED

Bekerja dalam kantor yang berada di gedung tinggi memiliki tantangan tersendiri. Tidak seperti tips nomor 3 yang cocok diaplikasikan di ruang kecil, gedung kantor yang luas tetap membutuhkan lampu LED agar distribusi cahaya tetap rata.

Lampu LED atau fluorescent LED memang biasa digunakan di ruang-ruang kantor berukuran luas. Lampu ini lebih hemat energi dan ramah lingkungan, karena tidak mengandung merkuri dan bahan kimia berbahaya lainnya. Meski cukup mahal, namun daya tahan lampu jauh lebih lama dibanding lampu lain.

Tetaplah manfaatkan jendela gedung kantor. Lampu LED justru memberikan penerangan tambahan jika posisi meja dan kursi sangat jauh dari jendela.

Semoga dengan begini, cahaya alami dapat meningkatkan produktivitas kerja Anda, pun memberikan kebahagiaan dalam bekerja. Selamat bekerja!