Puluhan Gedung akan Terkoneksi dengan Stasiun MRT Jakarta?

Jakarta akhirnya memiliki transportasi paling efektif dan efisien di dunia, yakni MRT (Mass Rapid Transit). Kemunculannya telah dinanti oleh warga Jakarta sejak lama, bahkan hingga kini pun pembangunannya telah berjalan dan memiliki sedikit tampilan yang diunggah ke beberapa media sosial. Pasalnya, transportasi ini dipercaya akan mengatasi permasalahan ibu kota yang tak kunjung usai, yakni kemacetan. Bukannya berkurang, namun angka kemacetan bertambah pelik.

Jakarta sendiri dikenal sebagai pusat kota bisnis dengan sejuta sarana kebutuhan hidup. Tak dipungkiri aktivitas masyarakat pun begitu tinggi, terutama pada waktu produktif. Sehingga dengan menumpuknya aktivitas masyarakat, otomatis kota Jakarta akan dipenuhi oleh kepadatan lalu lintas masyarakat dan kemudian terjadi kemacetan di sepanjang jalan.

Gedung Terkoneksi dengan Stasiun MRT

(Image: Jakarta MRT)

Maka untuk membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya di jalan, transportasi semacam MRT ini diharapkan akan menuntas permasalahan kemacetan melalui pergerakan yang cepat dan jalur yang ringkas. Kabar baiknya, saat ini progres pembangunan MRT diketahui hanya perlu menyisakan 5% pekerjaan lagi dari keseluruhan. Direktur Utama PT MRT, Jakarta William Sabandar baru-baru ini mengungkapkan bahwa pembangunan depo dan seksi elevated/layang 93.41% dan seksi underground/bawah tanah 97.26%.

Semakin rampungnya pembangunan tersebut, tentunya wajib beriringan dengan rampungnya jalur-jalur yang akan dilalui. Terdapat beberapa gedung yang akan menjadi akses termudah oleh kereta ini, sehingga sebelum itu diperlukan adanya kesepakatan terlebih dahulu. Hingga saat ini telah diketahui sebanyak 45 gedung di ibu kota akan terhubung dengan moda transportasi MRT ini.

Gedung Terkoneksi dengan Stasiun MRT

(Image: beritagar.id)

Lalu dari total 45 gedung komersial, sekiranya jenis gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan akan menjadi lokasi yang sesuai dengan jalur MRT. Beberapa stasiun yang dikabarkan terkoneksi dengan gedung lain diantaranya Stasiun Dukuh Atas, Stasiun Setiabudi, Stasiun Senayan, Stasiun Istora, Stasiun Bundaran HI, Stasiun Blok M, dan Stasiun Lebak Bulus.

Meskipun begitu, belum ada kabar detail seperti apa bentuk terhubungnya jalur MRT dan gedung. Namun yang sudah dipastikan saat ini yaitu kemudahan akses antara stasiun dengan gedung tersebut, sehingga akan sangat memudahkan masyarakat terutama kalangan karyawan untuk beraktivitas. Hal ini dianggap menjadi ajang saling menguntungkan atau simbiosis mutualisme bagi pihak MRT dan gedung, di mana MRT butuh trafik penumpang dan pihak gedung akan diuntungkan oleh akses yang mudah menjangkau transportasi paling efektif ini.

Nantinya MRT Jakarta akan beroperasi pada tahun 2019 mendatang dengan tahap awal menggunakan rute Bundaran HI – Lebak Bulus. Mari berharap dengan adanya sebuah gebrakan baru ini akan membawa Jakarta ke tingkat yang lebih baik lagi.