Rampung Sebelum Natal, Ini Rincian Tarif Tol Jakarta-Surabaya

Jalan Tol Jakarta-Surabaya

Proyek jalan Tol Trans-Jawa yang menghubungkan Jakarta sampai Surabaya ditargetkan akan selesai seluruhnya sebelum Natal 2018. Walapun dibeberapa ruas tol belum dikenakan tariff, namun diharapkan akumulasi tariff yang sudah berlaku. Tarifnya tidak lebih mahal daripada tarif tiket pesawat terbang.

Saat mengukuhkan pengurus baru Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) di Auditorium Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  (PUPR), Rabu (5/12/2018) menteri PUPR, Basuki menyampaikan harapannya. Setelah proyek Jalan Tol Jakarta Surabaya telah telah diresmikan oleh Presiden RI. itu berarti sudah ada gambaran terkait tariff yang akan diberlakukan dan dihimabu untuk tidak menetapkan tariff yang lebih mahal dari tiket pesawat.

“Makanya ini asosiasi saya minta didiskusikan bagaimana tarifnya. apa ditambahkan semua atau ini public policy,” ujar Basuki. dilansir sewakantorcbd.com dari kompas.com

Rincian Tol Jakarta-Surabaya

Jalan Tol Jakarta-Surabaya
Image: Liputan6.com

Untuk itu, ada beberapa ruas Tol yang menurunkan tariff masuk antara lain di wilayah Jabodetabek. Penurunan tarif akan diterapkan di ruas tol Cengkareng – Kunciran sepanjang 14,19 kilometer (km). Lalu Kunciran – Serpong sepanjang 11,19 km, Cinere – Serpong sepanjang 14,64 km, Cinere – Jagorawi 14,64 km. Dan Cimanggis – Cibitung sepanjang 25,39 km, serta Cibitung – Cilincing 34,02 km.

Ada enam ruas di tol dalam kota sepanjang 69,78 km, Becakayu sepanjang 21,04 km, Depok – Antasari 21,55 km dan Bogor Ring Road sepanjang 11 km. Ditambah dengan Serpong – Balaraja 30 km, Jakarta Cikampek Elevated II sepanjang 36,4 km, dan Tol Akses Tanjung Priok 11,4 km.

Sedangkan kalau untuk wilayah Pulau Jawa penurunan tarif tol akan diberlakukan di ruas-ruas yang terhubung dengan Tol Trans Jawa. Mulai dari Cikampek – Palimanan sepanjang 116,75 km, Pejagan – Pemalang sepanjang 58,5 km, Pemalang – Batang sepanjang 39,2 km, serta Batang – Semarang 75 km.

Lalu ruas Tol Semarang – Solo sepanjang 72,6 km, Solo – Ngawi 90,1 km, Ngawi – Kertosono sepanjang 87,02 km, Kertosono – Mojokerto 40,5 km. Ditambah Surabaya – Mojokerto epanjang 36,27 km dan  Gempol – Pasuruan 34,15 km, serta Pasuruan – Probolinggo 31,3 km.

(Baca Juga: Ini Dia Jadwal Operasional MRT yang Telah Ditetapkan PT MRT Jakarta)

Begitu pula untuk ruas tol non-Trans Jawa, penurunan tarif tol akan diberlakukan di jalan Tol Ciawi – Sukabumi sepanjang 54 km. Ditambah Soreang – Pasir Koja sepanjang 8,15 km, Gempol – Pandaan sepanjang 13,61 km, Krian – Legundi – Bunder – Manyar yang panjangnya 38,29 km. Ada juga Cisumdawu 58,5 km, dan Pandaan – Malang epanjang 37,62 km.

Penurunan tarif tol dilakukan dengan memperpanjang masa hak pengelola tol untuk Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dari sebelumnya hanya 35 tahun menjadi 50 tahun. Selain itu, adanya penurunan tarif Tol juga dilakukan dengan menyederhanakan golongan kendaraan yang akan melintas di jalan Tol.

Untuk saat ini, golongan pengguna tol dibagi menjadi lima, yaitu golongan pertama untuk kendaraan pribadi dan transportasi umum seperti sedan, jip, pick up, bus dan sejenisnya. Sedangkan golongan kedua untuk kendaraan jenis truk dengan dua gandar, golongan tiga untuk truk dengan tiga gandar. Untuk golongan empat dan lima nantinya akan digabungkan kedalam golongan tiga.

Tarif Tol Jakarta Surabaya

Untuk jumlah tarif tol dari Jakarta-Surabaya yang berlaku pada satu kali perjalanan adalah sebesar Rp. 478.000. Angka tersebut adalah besaran untuk perhitungan seluruh ruas Tol yang sudah diresmikan dan juga sudah diberlakukan tarif. Di sisi lain, jika menggunakan pesawat terbang, tariff yang harus dibayar berkisar antara Rp. 800.000 hingga 1,3 juta. Itu juga bergantung maskapai dan waktu penerbangan yang penumpang pilih.

Di dalam proyek jalan Tol Jakarta Surabaya, terdapat empat ruas Tol Trans Jawa yang belum diresmikan. Yaitu Tol Batang-Semarang sepanjang 74,2 kilometer dan Tol Pemalang-Batang sepanjang 33,7 kilometer. Dua lainnya yaitu Tol Semarang-Solo Seksi Salatiga-Boyolali (22,4 kilometer) dan Boyolali-Kartasura (11,1 kilometer), dan Tol Ngawi-Kertosono ruas Wilangan-Kertosono (37,97 kilometer). Keempat Tol tersebut kini sudah memiliki progress konstruksi diatas 95 persen dan tinggal menyelesaikan pekerjaan finalisasinya.