Saatnya Mengenal Konsep Kerja Generasi Millennial Saat Ini

Dunia tak pernah berhenti mengalami perubahan. Semuanya pasti akan mengalami perubahan seiring dengan berjalannya waktu dan trend yang selalu berubah setiap waktu. Hal ini erat pula kaitannya dengan konsep bekerja yang dialami oleh para pegawai. Bahkan kali ini, suatu perubahan cukup signifikan terjadi pada sebuah generasi “baru” yang mendominasi saat ini, generasi ini dikenal dengan sebutan “millennial”. Bagi generasi millennial, konsep kerja jaman sekarang tak sama dengan jaman dulu. Kerja tak lagi identik dengan aturan yang mengekang, ruang kantor bersekat dan segala hal yang kaku.

Sayangnya, konsep semacam ini dianggap generasi sebelumnya seperti main-main saja. Mereka bahkan meragukan konsep demikian bisa sesukses generasi sebelumnya. Lantas seperti apa sebenarnya konsep kantor generasi muda atau millennial itu?

 

Konsep Kerja Generasi Millenial

Konsep Kerja Generasi Millennials

(Image: stoneassociatessearch.com)

Generasi millennial awalnya tumbuh dengan pikiran suasana bekerja yang mengerikan. Hingga akhirnya beranjak dewasa, generasi ini mulai menciptakan sesuatu yang baru agar apa yang terpikirkan selama ini tak terulang pada mereka. Karena itu, generasi millenial berusaha membuat iklim kantor yang menyenangkan. Menghilangkan beberapa peraturan dan nyaris tanpa peraturan yang mengikat.

Survei yang dilakukan oleh The American Institute of Stress bisa menjadi bukti betapa menakutkannya tempat kerja. Data menyebutkan bahwa 46 persen penyebab stress erat kaitannya dengan suatu pekerjaan dan tempat kerja itu sendiri. Lebih parah lagi survei lembaga Integra yang mengatakan bahwa 65 persen pekerja stress di tempat kerja dan membuat hidup tambah berat.

Dulu kantor adalah momok yang menakutkan dengan segala peraturan yang mengekang. Datang ke kantor wajib pukul 9 pagi. Setiap hari wajib mengenakan outfit formal bak sepatu pantofel dan pakaian formal. Belum lagi dengan aturan jatah cuti yang ketat, atau bahkan sekat-sekat meja kerja yang membuat hidup terasa individual dalam kantor. Aturan semacam ini dianggap sangat menakutkan dan membuat hidup terasa menjadi beban.

Salah satu kantor yang kerap jadi rujukan saat ini adalah Google. Dalam survei yang dilakukan oleh Fortune, perusahaan yang bermarkas di Mountain View, California ini tujuh kali menempati posisi teratas dan selalu masuk dalam sepuluh survei terakhir sebagai tempat kerja terbaik di dunia.

Dalam berbagai wawancara dengan pekerja Google, mereka kerap mengatakan bahwa Google adalah tempat yang menghargai karyawan. Memanusiakan karyawan sebagai manusia bukan sebagai sekrup dalam mesin. Google juga dilengkapi dengan fasilitas yang mengagumkan, kopi yang enak, klinik kesehatan, kelas fitness, tempat tidur, tempat potong rambut, hingga laundri gratis. belum lagi ditambah dengan kudapan tidak terbatas dan tiga kali jatah makanan organik dalam sehari.

Tak salah bila Billy McMahon dan Nick Campbell dalam film The Internship mengataskan Google seperti taman hiburan besar yang berjuta-juta kali lebih bagus.

Selain Google, ada beberapa tempat kerja lain yang menerapkan sistem kerja fleksibel. Mereka punya suasana kerja menyenangkan sebagaimana Google. Antara lain Airbnb, Boston Consulting Group, Facebook, LinkedIn, Guidewire, hingga Netflix.

Baca Juga: Bukan Gedung Bertingkat, Inilah 10 Gedung Kantor Idaman Generasi Millennial

Mereka sadar, kantor yang kaku membuat generasi milenial tidak betah kerja. Generasi millenial justeru mendambakan tempat bekerja yang fleksibel, yang membuat bekerja lebih efektif dan kreatif.

 

Performa Lebih Penting Ketimbang Rutinitas

Konsep Kerja Generasi Millennials

(Image: Rappler.com)

Selain menekankan pada konsep kerja yang fleksibel, generasi millennial adalah generasi yang lebih menyukai performa ketimbang rutinitas kantor, presensi dan lainnya yang dianggap tak penting. Walaupun memang perusahaan memiliki penilaian berbeda mengenai performa seseorang.

Lihat saja contoh yang diterapkan oleh perusahaan Netflix. Perusahaan streaming ini mempunyai Netflix Culture Desk yang merupakan lembaran presentasi visi perusahaan. Netflix membuat 9 poin soal performa. Poin itu adalah Judgment yang menyatakan pekerja harus bisa membuat keputusan bijak, Communication, Impact, Curiosity, Innovation, Courage, Passion, Honesty, dan Selflessness. Selain itu, perusahaan ini juga sangat menghargai kerja yang bagus, kebebasan, dan tanggung jawab.

Netflix sama sekali tak membuat banyak peraturan. Mereka lebih fokus pada hal-hal penting. Mereka lebih suka berinvestasi pada pekerja yang berkemampuan tinggi ketimbang terus menerus mengeksploitasinya. Menerapkan budaya reward pada pekerja yang performanya bagus, dan tak segan memutus ikatan kontrak para pekerja yang tak maksimal.

Netflix percaya bahwa generasi muda tak suka dengan sifat yang mengekang. Namun tak hanya sekedar ingin kebebasan semata, melainkan sistem kerja yang flesksibel namun tetap berada di jalur yang sewajarnya dan tetap berfokus pada pencapaian.

 

Tak Harus Rutin Datang Ke Kantor

Konsep Kerja Generasi Millennials

(Image: Pexels.com)

Konsep inilah yang kerap dianggap ‘main-main’ oleh generasi sebelumnya. Tetapi nyatanya dipraktekkan pada perusahaan yang menyadari bahwa generasi millennial menjadi kaum dominan saat ini. Perusahaan memberikan kebebasan pada pekerja untuk memilih tempat kerja sendiri. Pekerja tak harus rutin datang setiap hari ke kantor. mereka bebas menyelesaikan pekerjaan dimana saja selama deadline pekerjaan benar-benar terpenuhi tepat waktu.

Konsep ini bukan tanpa alasan, Situs Flexjobs beberapa waktu yang lalu melakukan survei pada 3.100 pekerja yang berumur 20 hingga 60-an tahun. Hasilnya tak mengejutkan, 65 persen merasa lebih baik jika pekerjaan dikerjakan di luar kantor. bahkan lebih dari setengahnya mengungkapkan bahwa mereka bekerja lebih efektif dari rumah. sampai-sampai 29 persennya mau saja bila gaji dipotong 10 hingga 20 persen asalkan tak perlu masuk kantor. hanya ada 7 persen yang merasabekerja di kantor itu lebih efektif.

Tempat-tempat ideal yang bisa membuat pekerja millennial lebih produktif biasanya berupa rumah, kafe, perpustakaan, co-working space, dan tempat-tempat lain selain kantor.

 

Kerja Lebih dari Sekadar Bisnis

Konsep Kerja Generasi Millennials

(Image: Monsters.ca)

Generasi millennial mendambakan kegiatan kerja yang dilakukan sambil bersenang-senang.  Namun jangan salah, bersenang-senang yang dimaksud bukanlah main-main dan membuat pekerjaan jadi terbengkalai. Generasi millennial selalu memegang teguh kepercayaan dan tanggung jawab yang dijalankan, termasuk dalam bidang pekerjaan. Di samping itu pekerja millenial juga cenderung mempunyai jiwa sosial untuk memperjuangkan hak. Mereka memiliki visi untuk membuat hal positif untuk kehidupan jangka panjang (kehidupan masa mendatang). Mereka amat sangat peduli dengan lingkungan, masalah sosial dan bahkan ada yang memperjuangkan hak perempuan.

Namun bagi generasi muda, yang dibangun dalam bekerja tak hanya sebatas relasi. Melainkan juga keinginan untuk bersama-sama mengubah kehidupan menjadi lebih baik lagi. Mereka menganggap kehidupan profesional tak hanya sekadar bisnis semata.

Lalu pertanyaanya, siapkan perusahaan lama mengubah sistem hierarki dan kaku selama ini demi melayani pekerja muda atau millennial?