Seberapa Besar Peluang Usaha Kantin di Gedung Perkantoran?

Usaha Kantin di Gedung Perkantoran

Sampai kapanpun ada beberapa jenis bisnis di dunia ini yang tidak akan pernah mati, salah satunya adalah bisnis kuliner. Selama manusia masih butuh makan, selama itu pula bisnis kuliner patut untuk dijalankan. Nah di pusat kota bisnis layaknya Jakarta, peluang bisnis kuliner bisa datang dari mana saja, termasuk kantin di gedung perkantoran. Mengapa? Karena di sanalah tempat kumpulnya ribuan karyawan yang butuh asupan makanan untuk menjalani rutinitas pekerjaan setiap harinya.

Hanya saja untuk menjalankan usaha kantin di gedung perkantoran tak bisa asal tembak. Harus ada strategi tepat agar usaha kantin yang kita jalankan bisa berkelanjutan sekaligus menghasilkan keuntungan. Untuk bisa membaca peluang bisnis kuliner di gedung perkantoran, SewaKantorCBD khusus memberi beberapa tahapan yang dapat Anda ikuti. Mari simak ulasannya!

Survey Tempat Terlebih Dahulu

Peluang Usaha Kantin di Gedung Perkantoran

(Image: architectaria.com)

Tidak semua gedung perkantoran mengijinkan setiap usahawan untuk menjalankan bisnis makanan ini di area perkantorannya.  Hal ini dikarenakan faktor kebersihan yang terkadang tidak terjaga bila dihuni oleh tempat makan. Hal ini bisa diantisipasi dengan menggaji karyawan khusus kebersihan.

Selain faktor kebersihan, terkadang pengelola gedung merasa terusik dengan keributan yang mungkin ditimbulkan dari adanya tempat makan tersebut. Hal ini bisa diminimalisasi dengan cara menutup tempat makan pada saat bukan jam istirahat.

Pengelola gedung terkadang seolah mempersulit perijinan dagang. Hal ini dapat dimengerti karena biasanya sebelum Anda sebagai orang luar hendak berbisnis disana, mereka akan mengutamakan orang-orang terdekatnya terlebih dahulu.

Carilah cara yang bijaksana dalam bernegoisasi. Tunjukkan bahwa kualitas makanan dan pelayanan Anda memang patut mendapat kesempatan berbisnis di daerah kekuasaannya.

Juga pertimbangkan faktor biaya sewa. Jangan karena Anda hanya berani menawar di harga terendah, maka usaha yang baru akan Anda mulai tersendat karenanya.

Target Konsumen

Peluang Usaha Kantin di Gedung Perkantoran

(Image: gemini2k.com)

Kedua, perhatikan siapa saja yang menjadi target pembeli di tempat makan Anda? Apakah mereka berasal dari golongan millennial kelas eksekutif? Ataukah lebih didominasi oleh para pekerja yang mengutamakan harga sebagai patokan utama saat membeli makanan?

Jika pangsa pasarnya adalah karyawan muda milenial, Anda bisa mengembangkan usaha kuliner ini dengan tampilan mini kafe atau setidaknya kantin bergaya modern.

Namun bila para pekerjanya berupa masyarakat kalangan bawah seperti buruh pabrik, ada baiknya pertimbangkan usaha yang lebih sederhana seperti warung makan atau warteg.

Perhatikan pula kuantitas pembeli. Apakah targetnya berjumlah puluhan atau ratusan? Kecenderungan repeat order pun harus diteliti terlebih dahulu, apakah mereka akan menjadi pelanggan setia atau hanya sesekali saja membeli makan di tempat Anda.

Jangan sampai harga yang Anda banderol malah menjadi bumerang bagi diri sendiri. Harga yang terlalu mahal dapat beresiko menghilangkan pembeli, namun harga yang terlalu rendah juga dapat merugikan diri sendiri.

Jadikan Kompetitor Sebagai Acuan

Peluang Usaha Kantin di Gedung Perkantoran

(Image: Wanderbites)

Untuk meningkatkan kualitas barang dagangan dan pelayanan, ada kalanya posisi kompetitor menjadi pemicu untuk membuat kita semakin optimis dan maju. Kalau Anda merasa tipe orang yang menyukai tantangan maka dengan adanya pesaing ini justru akan membuat Anda lebih bergairah dan semangat. Hitung-hitung sekaligus menjadi ajang untuk meningkatkan kualitas dagangan Anda.

Namun bila Anda memang tidak terlalu suka beradu saing, sebaiknya Anda mencari lahan lain yang jauh lebih cozy dan enemy free. Jangan memaksakan bisnis yang nantinya malah membuat Anda depresi memikirkan hal yang tidak-tidak. Atau ada baiknya Anda lebih fokus pada pengembangan produk sendiri dan dengan mental yang kuat.

Namun jangan sampai lupa, persaingan bisnis hanyalah bisnis. Tidak boleh menjadi perseteruan di luar itu.

Kualitas Menjadi Hal Utama

(Image: Instagram.com/ericekos)

Seperti yang kita ketahui, menjalankan usaha kantin di gedung perkantoran agak berbeda dengan menjual makanan di komplek perumahan atau di jalan raya.

Kalau di komplek perumahan, biasanya target pelanggannya berasal dari kalangan teman tetangga. Produk yang dijual pun berupa makanan rumahan yang bersahabat di lidah orang rumahan, serta dapat menjangkau target keluarga yang tak rutin membuat masakan di rumahnya setiap hari.

Begitupun untuk yang berjualan di pinggir jalan seperti yang kerap kita temui, yaitu warteg. Biasanya tempat tidak terlalu menjadi faktor pertimbangan utama dalam menjalankan bisnis ini. Bahkan tempat-tempat yang bisa dikatakan kumuh sekalipun tetap bisa membawa rejeki berlimpah apabila konsumennya adalah siapapun yang lewat atau biasa mangkal di tempat tersebut.

Lain halnya jika Anda ingin berjualan makanan di area perkantoran. Tempat yang bersih dan terang haruslah menjadi poin utama. Mengingat pegawai kantoran merupakan tipe pelanggan yang sangat memperhatikan kebersihan dan lingkungan, maka sebaiknya Anda tetap menjaga hal-hal yang dapat membuat pelanggan jenis ini setia makan di tempat Anda.

Peluang Usaha Kantin di Gedung Perkantoran

(Image: Wanderbites)

Meskipun begitu, bukan berarti Anda harus merogoh kocek dalam untuk membuat tampilan bak restoran fine dining atau kafe. Cukup menyediakan bangku plastik yang banyak, kemudian sertakan meja cukup lebar pun sudah sangat cukup. Yang perlu Anda perhatikan adalah kebersihan makan dan kualitas rasa tersebut. Tak lupa, harga makanan juga menjadi poin penting. Jangan sampai harga yang Anda patok terlalu tinggi dan sesuaikan dengan jenis makanan yang Anda sajikan.

Selain dari kualitas tempat, mutu dan jenis makanan pun wajib Anda perhitungkan. Coba sediakan makanan rumahan yang lebih kekinian seperti rolade, seafood, cah kangkung, bisa juga spaghetti dan kentang goreng.

Anda juga dapat menyediakan masakan tradisional sebagai menu andalan sehari-hari, seperti gudeg, pempek, dan lain-lain. Dengan menu yang berganti dan beragam, tentu saja dapat terus menambah gairah pembeli dan terus penasaran dengan rasa makanan yang berbeda-beda. Perlu diingat, karyawan merupakan tipe pelanggan yang mudah bosan karena harus setiap hari menikmati makanan di tempat itu-itu saja. Ciptakan terus kreasi makanan demi meningkatkan kesetiaan pelanggan.

Pada intinya memulai bisnis kuliner di daerah perkantoran memang membutuhkan ekstra energi, baik sebelum dan sesudahnya. Mulai dari survey tempat sampai hal-hal kecil yang tadinya tidak masuk perhitungan kita.

Anda mungkin punya ide dan saran lain yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam membangun bisnis ini? Silahkan pikirkan dan tuangkan ide Anda sesegera mungkin.