Gedung Perkantoran akan Diwajibkan Punya Lahan Parkir untuk Ojek Online?

Pengguna transportasi online saat ini memang berasal dari semua kalangan, baik itu kelas bawah, menengah, hingga ke atas. Tak dipungkiri juga setiap orang membutuhkan suatu hal yang efisien, terutama dari segi waktu dan tenaga. Hal itu pula yang membuat aplikasi ojek online atau biasa disebut ojol semakin maju dan sukses setiap tahunnya.

Lahan Parkir untuk Ojek Online
Ojek online saat ini sangat memudahkan kinerja mobilitas karyawan.

(Image: Uang Online)

Namun jika ditelusuri, sebagian besar pengguna jasa ojek online ini berasal dari kalangan pekerja ibu kota, baik untuk layanan antar jemput maupun delivery makanan. Sehingga tak heran jika kita sering menemukan sekumpulan pengemudi ojol mangkal dan bertebaran di pinggir jalan, bahkan memarkirkan kendaraan mereka di area trotoar. Hal inilah yang membuat Pemrov DKI, Gubernur Anies Baswedan turut perhatian terhadap keberlangsungan ojol dan tatanan kota agar lebih baik.

Lahan Parkir untuk Ojek Online
Ojek online kenamaan Indonesia.

(Image: asia.nikkei.com)

Rencananya, Gubernur Anies Baswedan nantinya akan menyediakan lahan parkir khusus untuk ojek online. Lahan parkir tersebut khusus berada di lahan kantor atau halaman milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sehingga kondisi lalu lintas ibu kota dapat berjalan dengan baik dan para pengemudi ojol juga lebih leluasa.  Selain lahan parkir, rencananya akan dibuat pula area khusus ojol untuk antar jemput penumpang dengan susunan yang rapi. Maka para pejalan kaki tak perlu merasa terganggu lagi dengan padatnya penumpang ojek yang parkir atau mangkal di trotoar.

Pemprov DKI Jakarta juga berharap dengan munculnya gagasan ini para perusahaan swasta dapat turut berpartisipasi dalam menyediakan area atau lahan parkir bagi para ojek online. Mengingat mayoritas pengguna layanan ini berasal dari karyawan ibu kota dengan segala kebutuhannya. Lahan tersebut bisa berupa penyediaan area khusus atau penentuan titik lokasi antar jemput.

Lahan Parkir untuk Ojek Online
Sekumpulan driver ojek online yang parkir dan menepi di bahu jalan.

(Image: koran.tempo.co)

Nantinya Pemprov DKI Jakarta juga akan membuat appointment bersama para pengelola ojek online ternama ini untuk dapat berdiskusi dan menemukan pilihan solusi yang tepat. Bisa dibilang, apa yang terjadi saat ini termasuk salah satu permasalahan yang cukup rumit dan mengganggu masyarakat.

Semoga nanti dengan adanya lahan parkir tersebut, tarif yang dikenakan untuk para ojol tidak terlalu tinggi. Karena salah satu alasan utama pengemudi ojek parkir di pinggir jalan yaitu untuk menghindari biaya parkir yang cukup mahal di gedung-gedung swasta.