Tips Memilih Kantor Yang Tepat Untuk Start Up

Seiring dengan perkembangan teknologi, bisnis start up juga semakin naik. Terhitung sudah ada lebih dari 230 start up besar yang lahir di Indonesia, bahkan empat diantaranya berhasil menjadi unicorn atau start up yang memiliki nilai valuasi lebih dari US$1 milyar (Rp. 13.7 trilliun!). Mereka adalah Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak, tentu ke depan makin banyak start up baru bakal lahir.

Ke depan diprediksi laju perkembangan start up akan semakin cepat dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Dan saat ini, banyak perusahaan start up yang sebelumnya lahir di rumah sudah berkembang dan beralih ke kantor untuk menunjang perkembangan yang lebih optimal.

Tips Memilih Kantor Untuk Bisnis Start Up

Dengan memiliki kantor, bisnis start up menjadi lebih berkelas. Ada sisi prestis yang semakin meningkat. Kantor juga akan semakin meningkatkan imaj start up di mata publik. Pertanyaanya, sewa kantor yang menunjang perkembangan bisnis start up secara optimal sebaiknya dimana dan seperti apa?

Bisnis start up memang memiliki karakteristik yang berbeda dengan bisnis lainya. bisnis start up biasanya sangat fleksibel soal waktu dan ruang kerja. Nah buat anda yang bingung mau menentukan kantor seperti apa yang pas buat bisnis start up anda, berikut ulasannya:

1. Kebutuhan Anda Saat Sewa Kantor dan Visi Enam Bulan Kedepan

Coba tanyakan pada diri anda, saat ini anda sedang merintis start up, mengembangkan atau sudah tahap stabil? Jika anda baru dalam tahap merintis, maka gedung perkantoran yang anda butuhkan berbeda dengan bila anda sudah dalam tahap mengembangkan atau bahkan malah sudah stabil.

Dari segi tim, ketika anda baru saja dalam tahap merintis, bisa jadi tim anda baru 3 sampai 5 orang. Atau bahkan malah hanya berdua saja. Jika masih dalam level merintis, lebih baik anda gunakan ruang kerja bersama sepertiservice office atau co-working space.

Kemudian bila start up anda sudah pada level pengembangan, jumlah tim anda mungkin sudah lebih dari 15 orang. Anda sudah butuh ruang kantor sendiri. Anda tidak mungkin lagi bekerja di service office atau co-working space.
Lalu kantor seperti apa yang anda butuhkan? Untuk menjawabnya, pertimbangkan enam bulan lagi. Apakah enam bulan lagi jumlah tim anda akan bertambah jadi dua kali lipat atau tetap? Jika dalam enam bulan tim anda akan bertambah dua kali lipat, maka tidak ada salahnya jika sejak hari ini, anda sewa kantor dengan ukuran yang lebih besar.

2. Pertimbangkan Lokasi Terdekat, Tak Perlu Lokasi di Pusat Bisnis

Biasanya bisnis start up lebih banyak menghabiskan waktu di ruang kerja untuk diskusi bersama dengan tim dan melahirkan ide-ide kreatif. Apakah anda membutuhkan gedung perkantoran dengan grade A yang memiliki lokasi super strategis dengat dengan pusat bisnis?

Sepertinya tidak, lebih baik anda pilih lokasi yang dekat dengan tim anda. dengan begitu, tim akan jauh lebih cepat datang ke kantor. Sehingga ide-ide kreatif tim anda tidak hilang di jalan hanya karena jarak tempat tinggal dengan kantor yang jauh. Ingat, jika anda sewa kantor di jakarta yang lokasinya sulit dijangkau oleh tim anda, maka siap-siap seluruh ide kreatif tim hilang di jalan hanya karena macet.

Memang betul di Jakarta Pusat atau di Central Business District akan banyak pilihan gedung perkantoran yang bisa anda sewa, tetapi tidak semua gedung perkantoran memiliki kemudahan akses yang sama baiknya.

3. Harga Penting, Tetapi Lebih Penting Lagi fasilitas

Banyak start up berhenti berkembang hanya karena minimnya dana. Maka mau tidak mau, ketika memilih sewa kantor di jakarta, para pemilik start up pasti memilih kantor dengan harga yang murah. Kebanyakan malah sampai mengabaikan fasilitas yang ada.

Padahal, bisnis start up tidak mungkin bisa berkembang secara optimal tanpa fasilitas yang memadai. Misalnya kecepatan koneksi internet, fasilitas diskusi (meeting) yang nyaman dan tak lupa fasilitas penunjang seperti cafe untuk melahirkan ide-ide kreatif. Lebih baik memikirkan fasilitas-fasilitas itu ketimbang hanya fokus soal harga.

4. Dekat Dengan Komunitas Start Up Lain

Komunitas start up lain bukan saingan, tetapi adalah kawan bisnis yang bisa kita ajak bekerja sama. Jadi lebih baik bila anda memilih sewa kantor dimana di dalamnya sudah ada komunitas start up lain. Minimal anda bisa belajar bagaimana cara mereka mengelola kantor start up.

Selain itu, memilih kantor yang ada komunitas start up nya juga membuktikan bahwa gedung kantor yang akan anda sewa punya kredibilitas yang baik untuk sebuah kantor start up.

5. Wajib Bisa Overtime

Untuk yang satu ini tidak bisa ditawar lagi, kantor sebuah start up wajib bisa overtime. Karena start up sering overtime, jangan pilih gedung perkantoran yang ada overtime charges sehingga anda tidak flexible untuk kerja sampai lebih dari jam 6 PM.

Perlu anda tahu, banyak ide-ide dari pemilik start up muncul bukan disaat jam kerja. Itulah mengapa bisnis start up biasanya sangat fleksibel dengan waktu. Meski umumnya malah melebihi jam kerja.

6. Layout Kreatif

Masih ingat dengan bagaimana kantor Google atau Facebook? Sekarang, banyak perusahaan lokal di Indonesia yang sudah mendapatkan inspirasi dari mereka. Misalnya saja Tokopedia atau Gojek, dua perusahaan unicorn tersebut mendesain kantor dengan layout yang sangat kreatif demi menunjang ide kreatif timnya.

Tokopedia dan Gojek bahkan membuat kantor seolah tempat bermain, tidak ada sekat diantara satu karyawan dengan lainya. Ruangan yang colorfull dan lain sebagainya. Termasuk menyediakan tempat kerja yang penuh dengan makanan.

7. Sewa Kantor dengan Density Ratio yang Lebih Padat

Kantor-kantor perbankan, telekomunikasi, dan kantor tradisional lainnya biasanya mempunyai density ratio 1 pegawai setiap 10 sqm ruang kantor yang disewa. Ini biasanya karena pimpinan manager dan direksi, ingin lebih menjaga tingkat privasinya. Sehingga membutuhkan ruangan tersendiri.

Tetepi pada perusahaan start up, ruang kantor biasanya dibuat tanpa sekat, meja lebih kecil – yang penting bisa untuk meletakkan laptop – dan memiliki culture flexible working area, sehingga tidak mempunyai assigned seating (menggunakan first come first serve basis). Apabila sudah selesai kerja meja dikosongkan dan laptop diletakkan di dalam loker.

Karena alasan itu, perusahaan start up bisa jauh lebih efisien dalam sewa kantor. Bahkan biasanya density ratio 1 pegawai setiap 6-7 sqm. Artinya, bisa memadai lebih banyak pegawai untuk area sewa kantor yang sama.

Bagaimana dengan virtual office atau service office? Bagi anda yang hanya ingin memiliki kantor tanpa benar-benar bekerja di kantor tersebut, tidak masalah bila memilih virtual office. Tetapi untuk sebuah start up yang sudah mendapatkan traction dan sedang berkembang, rasanya tak mungkin bila tidak memiliki kantor sebagai markas tempat kerja para tim kreatif anda.